Pesawat China Eastern mendarat di Sydney dengan 'lubang pada mesin'

maskapai cina Hak atas foto Reuters
Image caption Pesawat dengan nomor penerbangan MU736 dari Sydney, Australia, dalam penerbangan menuju Shanghai, tetapi pilot pesawat itu melaporkan ada masalah dengan mesin.

Pesawat China Eastern Airlines harus kembali ke bandar udara Sydney, Australia, setelah mengalami kegagalan teknis yang meninggalkan lubang pada penutup mesin.

Pesawat dengan nomor penerbangan MU736 dari Sydney, Australia, dalam penerbangan menuju Shanghai, tetapi pilot pesawat itu melaporkan ada masalah dengan mesin.

Ini terjadi setelah pesawat tersebut lepas landas sekitar satu jam dari bandara Sydney.

Para penumpang, yang harus bermalam di Sydney, mengatakan kepada media bahwa mereka mencium sesuatu yang terbakar di dalam pesawat.

Pesawat Airbus A330 itu kemudian mendarat dengan aman dan tidak ada laporan tentang penumpang yang terluka.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan lubang besar pada penutup mesin pesawat.

Sejumlah penumpang mengatakan mereka mendengar suara keras dari mesin di sebelah kiri sesaat setelah pesawat itu lepas landas.

Hak atas foto Reuters TV
Image caption Semua penumpang akan diterbangkan pada penerbangan yang berangkat pada Senin (12/06).

Seorang penumpang mengatakan kepada jaringan media Seven News Australia: "Tiba-tiba kami mendengar suara keras ... agak berbau seperti ada yang terbakar".

"Saya benar-benar takut, kami sangat ketakutan."

Seorang perempuan dalam penerbangan tersebut mengatakan kepada Kantor berita Reuters: "Awak kabin keluar dan meminta kami mengikat sabuk pengaman dan mencoba menenangkan kami, tapi kami benar-benar sangat panik karena kami tidak tahu apa yang tengah terjadi."

Penumpang mengatakan awak pesawat mengosongkan tempat duduk di dekat mesin yang terkena dampak dari kerusakan mesin.

Kepada media, China Eastern Airlines mengatakan awak pesawat "melihat ada kerusakan pada mesin pesawat di bagian kiri dan memutuskan kembali ke bandara Sydney secepat mungkin".

Semua penumpang akan diterbangkan pada penerbangan yang berangkat pada Senin (12/06).

Saat ini, otoritas keselamatan penerbangan sedang menyelidiki kasus ini.

Berita terkait