Pastikan pasokan susu, Qatar terbangkan 4.000 sapi dari AS dan Australia

Qatar Airways Hak atas foto Getty Images
Image caption Sekitar 60 penerbangan Qatar Airways akan mengangkut 4.000 sapi yang dibeli dari Australia dan AS.

Seorang pebisnis Qatar berencana menerbangkan tak kurang dari 4.000 sapi ke negara tersebut dalam upaya menjaga pasok susu selama blokade oleh negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Proposal diajukan ketika Qatar membuka jalur udara dan laut melalui Iran, Turki, dan fasilitas pelabuhan di Oman.

Rencana menerbangkan sapi-sapi ini disampaikan Moutaz Al Khayyat dari perusahaan Power International Holding dalam wawancara dengan kantor berita Bloomberg.

Sapi-sapi ini dibeli dari Australia dan Amerika Serikat dan akan diangkut dengan 60 penerbangan Qatar Airways, kata Al Khayyat. "Saatnya bekerja untuk Qatar," kata Al Khayyat kepada Bloomberg.

Blokade ini digalang oleh Arab Saudi dengan alasan Qatar mendukung kelompok Islam militan, tuduhan yang telah dibantah pemerintah di Doha.

Isolasi -sebagai imbas pemutusan hubungan diplomatik oleh tujuh negara termasuk Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain- diawali pada 5 Juni. Situasi ini memaksa Qatar membuka rute perdagangan baru untuk mengimpor makanan, material bangunan, dan peralatan untuk industri gas.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Produk susu di sejumlah supermarket di Doha antara lain didatangkan dari Turki.

Produk susu dari Turki sudah masuk ke Qatar, demikian juga dengan buah dan sayur-mayur dari Iran.

Sejak blokade diterapkan, muncul kampanye untuk membeli produksi dalam negeri.

"Ini merupakan pesan bahwa kami bisa bertahan, kami tak memerlukan pihak lain," kata Umm Issa yang ditemui saat berbelanja di supermarket.

"Pemerintah sudah memastikan tidak ada kelangkaan makanan dan kami berterima kasih. Kami tak takut, tak ada yang mati karena kelaparan."

Pada hari Minggu (11/06) Iran mengirim lima pesawat kargo yang mengangkut makanan ke Qatar.

Di luar masalah makanan, menteri luar negeri Qatar terbang ke Moskow, London, dan Jerman dalam upaya mengatasi krisis diplomatik.

Qatar juga mendesak agar larangan melintasi wilayah udara negara-negara tetangga, yang diberlakukan terhadap maskapai Qatar Airways dinyatakan sebagai ilegal.

Berita terkait