Jaksa Agung AS bantah pertemuan rahasia dengan Rusia

Jaksa Agung AS Jeff Sessions Hak atas foto BRENDAN SMIALOWSKI/AFP/Getty Images
Image caption Beberapa senator Partai Demokrat menyatakan rasa frustrasinya karena Sessions berulangkali menolak menjawab pertanyaan seputar percakapannya dengan presiden.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Kongres AS, Jaksa Agung AS Jeff Sessions membantah telah melakukan pertemuan rahasia dengan pejabat Rusia di sebuah hotel Washington DC.

Pejabat hukum tertinggi Amerika ini juga mengatakan pada Komite Intelijen Senat bahwa indikasi dia bekerjasama dengan Kremlin adalah "kebohongan yang penuh kebencian dan mengagetkan".

Sessions juga berulangkali menolak menjawab pertanyaan tentang percakapan pribadinya dengan presiden.

Dia berjanji untuk membela kehormatannya "terhadap tuduhan palsu yang merusak reputasi".

Pernyataan Sessions ini disampaikan setelah bos FBI yang dipecat, James Comey, meyakini bahwa dia dipecat untuk mempengaruhi penyelidikan badan tersebut terhadap campur tangan Rusia.

Badan intelijen AS meyakini bahwa Rusia mencampuri pemilu untuk membantu kandidat Partai Republik, Donald Trump, terpilih.

Komite Senat adalah satu dari beberapa panel kongres yang, bersama dengan dewan khusus, juga menyelidiki apakah pejabat kampanye Trump berkolusi dengan dugaan plot Kremlin.

Sessions mengatakan pada komite Senat bahwa dia tidak pernah menerima briefing rahasia tentang campur tangan Rusia dalam pemilu tahun lalu. Dia juga berkeras membantah telah berbicara dengan pejabat Rusia soal pemilu saat kampanye, ketika dia menjabat sebagai penasihat terhadap Trump.

"Saya tidak pernah bertemu dengan atau berbicara dengan pejabat Rusia atau asing lain terkait berbagai macam campur tangan dengan kampanye atau pemilu di Amerika Serikat," katanya pada Selasa.

Hak atas foto European photopress agency

Sessions mengakui bahwa dia dua kali bertemu dengan Duta Besar Rusia Sergei Kislyak, namun mengatakan bahwa dia tidak bisa mengingat apakah mereka bertemu di sebuah acara pidato kebijakan luar negeri untuk Trump yang diadakan di Hotel Mayflower pada 27 April 2016, seperti sudah dilaporkan media AS.

Wakil Ketua Panel Senator Mark Warner dari Partai Demokrat menegaskan pada Sessions tentang perannya dalam pemecatan Comey.

Sessions mengatakan dia tidak pernah berbicara dengan mantan direktur FBI tersebut, yang melapor kepada jaksa agung AS tentang performa kerjanya sebelum Trump memecatnya pada Mei.

Namun Sessions membenarkan bahwa Comey mengatakan pada jaksa agung AS bahwa dia merasa tidak nyaman karena berbicara langsung dengan Trump dalam pertemuan empat mata.

Beberapa senator Partai Demokrat menyatakan rasa frustrasinya karena Sessions berulangkali menolak menjawab pertanyaan seputar percakapannya dengan presiden, dan mengatakan bahwa pertemuan itu rahasia.

Berita terkait