Wali kota Roma: Jangan kirim lagi pengungsi ke sini

Jumlah pengungsi yang datang ke Italia dengan menggunakan perahu terus bertambah. Hak atas foto Reuters
Image caption Jumlah pengungsi yang datang ke Italia dengan menggunakan perahu terus bertambah.

Wali kota Roma, yang berasal dari partai anti-kemapanan Gerakan Lima Bintang, meminta pemerintah Italia tidak lagi mengirim pengungsi ke kota tersebut.

Virginia Raggi mengatakan, tambahan migran dapat memperburuk ketegangan sosial.

Seruan itu disampaikannya menyusul kekalahan Gerakan Lima Bintang dalam pemilihan kepala daerah pada Minggu (11/06).

Sejak tahun 2014, lebih dari 500.000 orang telah tiba di Italia dengan menggunakan perahu. Dari jumlah tersebut, hampir 200.000 orang ditempatkan di pusat penampungan di seluruh negeri.

"Kami tidak bisa membiarkan terciptanya ketegangan sosial yang lebih tinggi," kata Raggi dalam kiriman Facebook.

"Karena itu saya katakan bahwa tidak mungkin, bahkan berisiko, untuk berpikir tentang menciptakan struktur penerimaan baru migran."

Menteri dalam negeri telah meminta semua pemerintah kota Italia untuk menyediakan tempat bagi kira-kira 250.000 pengungsi baru tahun ini; jumlahnya naik dari sekitar 180.000 pada tahun lalu.

Beberapa pengamat berpendapat bahwa Raggi sedang berusaha memenangkan kembali dukungan dengan menggunakan topik pengungsi, setelah partainya kalah telak di 24 dari 25 kota utama dalam pemilihan kepala daerah.

Sekitar setengah dari populasi warga Italia tidak ingin negara mereka menerima lagi pendatang, kata peneliti survei Renato Mannheimer kepada kantor berita Reuters.

Hak atas foto EPA
Image caption Partai Virginia Raggi, Gerakan Lima Bintang, terpuruk dalam pemilihan kepala daerah pada hari Minggu (11/06).

Italia tetap mengakomodasi para pengungsi, yang jumlahnya terus bertambah, karena negara-negara di utara telah memperketat perbatasan dan beberapa negara Uni Eropa telah menolak ambil bagian dalam rencana relokasi 160.000 pengungsi dari Italia dan Yunani.

Hampir lebih dari 20.000 pengungsi sejauh ini telah direlokasi dengan rencana itu, dan Uni Eropa telah memulai langkah hukum terhadap Polandia, Hungaria, dan Republik Ceko karena penolakan mereka terhadap pengungsi.

Diperkirakan 40% migran di Italia memiliki alasan yang absah untuk mendapatkan suaka atau tinggal permanen berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, lansir kantor berita AFP.

Sisanya dianggap sebagai pengungsi ekonomi ilegal dan menghadapi deportasi, namun ini bisa jadi sulit dipraktikkan karena negara asal mereka terkadang menolak untuk menerima mereka kembali.

Topik terkait

Berita terkait