Mahasiswa AS dibebaskan dari penjara Korea Utara dalam 'keadaan koma'

Otto Warmbier Hak atas foto Reuters
Image caption Mahasiswa AS Otto Warmbier mengatakan bahwa ia 'kambing hitam yang malang' sebelum dipenjara pada tahun 2016.

Mahasiswa asal Amerika Serikat Otto Warmbier, dibebaskan dari penjara di Korea Utara, namun orang tuanya mengatakan bahwa putranya dalam keadaan koma selama setahun.

Menteri Luar Negeri AS mengatakan pemuda berusia 22 tahun itu tengah dalam perjalanan pulang ke AS.

Keluarga Warmbier mengatakan kepada media AS bahwa mereka baru mengetahui pekan lalu, bahwa putra mereka sudah dalam keadaan koma tak lama setelah persidangannya pada Maret 2016.

Siapa itu Otto Warmbier?

Otto Warmbier merupakan seorang mahasiswa jurusan ekonomi dari University of Virginia, ia sendiri berasal dari Cincinnati, Ohio.

Ia berada di Korea Utara sebagai seorang wisatawan dengan rombongan Young Pioneer Tours saat ditangkap pada 2 Januari 2016.

Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan sebulan sesudahnya, Warmbier tampak emosional dan berurai air mata saat mengaku terlah berusaha mengambil plang itu sebagai 'kado' bagi sebuah gereja AS. Ia mengatakan, "tujuan perbuatan saya ialah untuk merusak motivasi dan etos kerja rakyat Korea," ujarnya.

Beberapa tahanan asing di Korea Utara sebelumnya mencabut lagi pengakuan, dengan mengatakan bahwa mereka mendapat tekanan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Orangtua Otto Warmbier mengkhawatirkan keselamatan anaknya seiring dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara.

Setelah persidangan singkat pada tanggal 16 Maret, Warmbier diganjar hukuman 15 tahun penjara atas kejahatan terhadap negara.

Orang tuanya Fred dan Cindy mengatakan kepada CNN pada awal Mei bahwa mereka tidak bisa menghubungi putranya selama lebih dari satu tahun.

Bagaimana kondisinya saat ini?

Dalam sebuah pernyataan, Fred dan Cindy mengungkapkan: "Otto telah meninggalkan Korea Utara. Ia tengah dalam perjalanan pulang dengan menggunakan pesawat evakuasi medis (Medivac).

"Sayangnya, ia dalam keadaan koma dan kami telah diberitahu bahwa ia sudah berada dalam kondisi tersebut sejak Maret 2016. Dan kami baru mengetahui hal ini seminggu yang lalu."

Seperti dikutip oleh harian Washington Post mereka mengatakan baru diberi tahu bahwa Otto mengidap botulisme, sebuah penyakit langka yang menyebabkan kelumpuhan, sesaat setelah persidangannya pada Maret 2016.

Ia diberi obat tidur dan koma sejak saat itu, kata harian tersebut.

Tillerson tidak menyebutkan kondisi Warmbier dalam pernyataannya, ia hanya mengatakan bahwa ia (Warmbier) tengah dalam perjalanan pulang untuk dipertemukan kembali dengan keluarganya dan tidak berkomentar lebih lanjut, untuk menghormati privasi keluarganya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Plang yang diduga akan dicuri oleh Warmbier bertuliskan,""Mari kita persenjatai diri dengan patriotisme Kim Jong-il."

Siapa saja yang ditahan di Korea Utara?

Dilaporkan ada tiga warga negara AS lainnya yang ditahan di Korea Utara. Mereka adalah:

  • Kim Dong-chul, seorang warga negara AS keturunan Korea, berusia 62 tahun, dijatuhi hukuman kerja paksa selama 10 tahun pada April 2016 atas tuduhan mata-mata.
  • Profesor keturunan Korea-Amerika Kim Sang-duk (atau Tony Kim) ditahan pada bulan April 2017. Alasan penangkapannya belum jelas.
  • Kim Hak-song, seperti Kim Sang-duk, bekerja di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang (PUST) dan ditahan pada Mei 2017 untuk "tindakan memusuhi" terhadap negara itu.

Amerika Serikat menuduh Korea Utara sering menahan warganya untuk digunakan sebagai alat negosiasi mengenai program senjata nuklirnya.

Penangkapan tersebut terjadi pada saat hubungan Korea Utara dan AS diwarnai ketegangan dan negara-negara tetangganya.

Hak atas foto AFP
Image caption Kim Dong-chul tampil di televisi Korea Utara sebulan setelah Otto Warmbier muncul dalam konfrensi pers, ia juga memberikan pengakuan sambil berurai air mata.

Dalam berita lainnya pada hari Selasa, Korea Selatan mengatakan telah menemukan sebuah pesawat tak berawak Korea Utara yang jatuh setelah mengambil foto Sistem Pertahanan Thaad yang didanai , yang bertujuan untuk melindungi Korea Selatan dari rudal-rudal Korea Utara.

Militer Korea Selatan juga melaporkan sebuah kejadian langka, yaitu seorang tentara Korea Utara telah membelot di Zona Demiliterisasi yang sangat ketat dijaga (DMZ).

Kenapa pemain basket Dennis Rodman bisa berada di Pyongyang?

Pembebasan Warmbier dilakukan beberapa jam setelah bintang basket AS Dennis Rodman tiba di Korea Utara.

Rodman merupakan sahabat dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan sudah beberapa kali mengunjungi negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Hak atas foto Reuters
Image caption Dennis Rodman dikerumuni awak media pers di bandara Beijing saat dalam perjalanan ke Pyongyang.

Ada beberapa spekulasi bahwa ia mungkin akan mengangkat masalah penahanan warga Amerika, namun dalam perjalanan ke Korea Utara ia mengatakan kepada wartawan "Tujuan saya adalah untuk melihat apakah saya tetap bisa membawa olah raga ke Korea Utara."

Ia pun mengatakan, "Saya hanya berupaya untuk membuka pintu", dan menambahkan bahwa dirinya "cukup yakin bahwa (Presiden AS Trump) senang dengan kenyataan bahwa saya berada di sini mencoba untuk mencapai sesuatu yang kami butuhkan".

Trump mengatakan pada tahun 2013 tentang kunjungan Rodman ke Korea Utara: "Anda melihat dunia, dunia melayang di sekitar kita. Mungkin Dennis jauh lebih baik dari apa yang kita miliki."

Topik terkait

Berita terkait