Ariana Grande akan jadi warga kehormatan Manchester

Ariana Grande Hak atas foto PA
Image caption Ariana Grande dipandang oleh banyak orang sebagai "warga kehormatan Mancunian", kata pimpinan Dewan Kota Manchester.

Penyanyi Ariana Grande akan mendapatkan gelar sebagai warga kehormatan Manchester, menyusul penampilannya di kota itu untuk menggalang dana dan solidaritas bagi korban Serangan Manchester.

Dewan kota tengah mengusulkan sebuah sistem baru dalam memberikan penghargaan bagi kalangan yang telah berkontribusi kepada kota tersebut.

Penyanyi asal Amerika Serikat ini diperkirakan menjadi penerima pertama setelah menyelenggarakan konser One Love Manchester untuk membantu korban serangan bom di ujung konsernya terdahulu, yang mengakibatkan 22 orang meninggal.

Dewan kota juga akan menggelar sebuah acara untuk menghormati 'orang-orang yang telah bekerja tanpa pamrih' setelah peristiwa teror 22 Mei itu.

Hak atas foto PA
Image caption Ariana Grande tampil saat konser amal bertajuk One Love Manchester.

'Cinta dan keberanian'

Di bawah usulan skema baru ini, gelar warga negara kehormatan di Manchester bisa diberikan kepada orang-orang yang berasal dari luar kota Manchester.

Pimpinan dewan kota Sir Richard Leese, mengatakan bahwa banyak orang menganggap Grande sebagai 'warga kehormatan Manchester.'

Ia mengatakan: "Sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk memperbarui cara kita untuk menghormati orang-orang yang memberi sumbangsih penting terhadap kehidupan dan kesuksesan kota kita."

"Kita semua memiliki alasan untuk sangat bangga dengan Manchester, tentang bagaimana kita berekasi setalah kejadian mengerikan pada 22 Mei - dengan cinta dan keberanian bukan dengan kebencian dan ketakutan.

Ia mengatakan Ariana Grande telah "menjadi teladan dalam menanggapi peristiwa ini."

Sekitar 50.000 orang menghadiri konser bertajukOne Love Manchester di Old Trafford pada tanggal 4 Juni lalu, yang berhasil mengumpulkan dana hampir £3 juta (atau sekitar Rp50 miliar) bagi para korban serangan di Manchester Arena.

Salman Abedi, 22 tahun, meledakkan sebuah bom rakitan buatan sendiri di ruang masuk arena di akhir konser Ariana Grande.

Dewan Kota Manchester juga mengumumkan mereka akan mengadakan sebuah acara akhir tahun ini untuk menghormati "orang-orang yang bekerja tanpa pamrih dan tindakan yang menunjukkan keberanian warga setelah terjadinya serangan 22 Mei."

Topik terkait

Berita terkait