Donald Trump diselidiki untuk dugaan 'menghalangi hukum'

Robert Mueller. File photo Hak atas foto Reuters
Image caption Robert Mueller mengepalai investigasi terhadap dugaan campur tangan Rusia dan segala kemungkinan kaitan dengan Trump.

Presiden AS Donald Trump sedang diselidiki oleh pengacara khusus Robert Mueller atas kemungkinan menghalang-halangi penegakan hukum, lapor Washington Post.

Mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, surat kabar tersebut mengatakan bahwa tiga pejabat intelijen senior telah setuju untuk diwawancarai oleh Robert Mueller.

Pengacara Trump mengatakan kebocoran FBI ke surat kabar itu merupakan hal yang 'keterlaluan.'

Mueller memimpin penyelidikan yang dilakukan FBI atas tuduhan bahwa Rusia mencampuri pemilihan umum AS 2016, serta setiap keterkaitannya dengan Donald Trump.

Presiden Trump berulang kali menyangkal adanya kolusi dengan Rusia, dan menyebut penyelidikan yang sedang berlangsung ini sebagai 'perburuan tukang sihir'.

Pada hari Rabu (14/6), Washington Post menyebut bahwa keputusan jaksa Mueller untuk menyelidiki tindakan Presiden Trump merupakan titik balik utama dalam penyelidikan yang sampai saat ini masih berfokus pada sudut Rusia.

Mengutip pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, surat kabar tersebut mengatakan bahwa Daniel Coats, direktur intelijen nasional, Mike Rogers, kepala NSA (Badan Keamanan Nasional), dan Richard Ledgett yang sampai beberapa waktu lalu menjabat sebagai wakil Rogers, setuju untuk diwawancarai oleh penyidik.

Hak atas foto Getty Images

Disebutkan, wawancara itu bisa terjadi pada awal minggu ini.

Para pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada Washington Post bahwa dugaan tindakan menghalang-halangi penyelidikan hukum itu dimulai beberapa hari setelah Presiden Trump memecat mantan direktur FBI James Comey pada tanggal 9 Mei.

Sebelum dipecat, Trump telah menuntut dan menerima jaminan dari Comey bahwa Trump tidak diselidiki.

Namun, Comey mengemukakan bahwa Trump berusaha membuatnya menutup penyelidikan terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn.

Flynn dipecat Februari lalu karena melakukan kekeliruan dengan tidak mengungkapkan sejauh mana kontaknya dengan Sergei Kislyak, duta besar Rusia untuk Washington.

Gedung Putih menyangkal bahwa mereka menekan Comey. 

Presiden Trump sejauh ini tidak memberikan tanggapan atas laporan itu.

Namun juru bicara tim pengacara Trump, Marc Kasowitz menanggapi berita Washington Post dengan marah.

"Kebocoran informasi FBI mengenai presiden itu keterlaluan, tidak bisa dimaafkan dan ilegal," kata juru bicara Gedung Putih, Mark Corallo.

Berita terkait