Perempuan AS bersalah karena dorong pacarnya bunuh diri lewat pesan pendek

Michelle Carter Hak atas foto WCVB
Image caption Michelle Carter, 20 tahun, tengah diadili di pengadilan remaja.

Seorang hakim di Massachusetts memutuskan seorang perempuan bersalah atas kematian pacarnya karena mengirimkan puluhan pesan pendek yang mendorong laki-laki itu bunuh diri.

Michelle Carter, saat ini berusia 20 tahun, terbukti melakukan pembunuhan tidak disengaja karena mengirim pesan terhadap Conrad Roy yang mendorong pria berusia 18 tahun itu bunuh diri.

Roy bunuh diri pada 13 Juli 2014 dengan menghidupkan sebuah generator dalam mobilnya di sebuah lapangan parkir di Fairhaven, Massachusetts.

Carter, yang terancam hukuman lebih dari 20 tahun penjara, tampak menangis di pengadilan.

Dia mendorong pacarnya untuk bunuh diri jadi dia mendapatkan perhatian sebagai "kekasih yang berduka", seperti disampaikan dalam pengadilan.

Kasus itu merupakan sebuah preseden hukum, karena tidak ada UU yang mengatur hukuman bagi seseorang yang mendorong bunuh diri di Massachusetts.

Hakim Lawrence Moniz mengatakan Carter bersalah atas "perilaku sewenang-wenang dan sembrono" dengan mengirimkan Roy sebuah pesan yang memerintahkannya untuk kembali ke truk, yang keluar dari kendaraannya yang dipenuhi asap.

"Dia tidak menelpon satu orang pun dan akhirnya dia tidak mengirimkan perintah yang sederhana - keluar dari truk," kata hakim.

Keputusan hakim itu disambut tangisan keluarga korban. Ayah korban, yang juga bernama Conrad Roy, mengatakan dalam keterangan pers bahwa keluarganya "berterima kasih" atas vonis itu.

"Ini merupakan saat-saat yang berat bagi keluarga kami, dan kami ingin keputusan yang membuat kami senang ini diproses," jelas dia di pengadilan.

Hak atas foto FACEBOOK
Image caption Carter berbicara dengan Roy saat bunuh diri.

Carter telah diijinkan oleh hakim untuk tetap bebas dengan jaminan, sambil menunggu hukuman, tetapi dilarang untuk mengirimkan pesan atau menggunakan segala bentuk jaringan media sosial.

Dakwaan kriminal atas Carter, artinya bahwa jaksa harus membuktikan bahwa dia memiliki kaitan 'langsung' dengan kematian Roy.

Hakim Moniz, yang memikpin persidangan karena Carter memilih untuk tidak menggunakan juri dalam sidang ini, mengatakan fakta bahwa Roy sebelumnya telah berupaya untuk bunuh diri, atau bahwa dia mungkin akan melakukannya lagi, tidak relevan.

Wakil Jaksa Wilayah Katie Rayburn mengatakan dalam argumen penutupnya di pengadilan bahwa UU pembunuhan yang disengaja harus diperbaharui untuk mendapatkan ketepatan hukum di jaman modern.

"Beberapa tahun yang lalu untuk memiliki hubungan Anda harus benar-benar bertemu dengan seseorang- atau minimal berbicara melalui telepon. Itu tak lagi dibutuhkan, Orang jatuh cinta melalui internet dan teks. Orang merisak melalui teks dan internet. Anda dapat mendorong seseorang untuk meninggal melalui teks, dan Anda bisa melalukan kejahatan melalui teks," jelas dia.

Hak atas foto WCVB
Image caption Conrad Roy akan mulai kuliah pada Musim Gugur di tahun dia tewas.

Kasus ini menarik perhatian nasional setelah rangkaian pesan yang dikirim dua remaja itu diungkapkan penyelidik.

"Gantung dirimu, loncat dari sebuah gedung, tusuk dirimu sendiri saya tidak tahu banyak cara," kata dia dalam beberapa pesan yang dikirimkan dalam dua pekan sebelum Roy tewas, dan dia sedang berlibur dengan keluarganya.

Di suatu momen sebelum bunuh diri, Carter menulis: "Kamu harus melakukannya, Conrad" dan "Yang harus kamu lakukan adalah menghidupkan generator dan kamu akan bebas dan bahagia."

Dalam pesan yang lain, dia menulis: "Kamu akhirnya akan berbahagia di surga. Tidak ada lagi rasa sakit. Tidak apa-apa untuk merasa takut dan itu normal. Maksud saya, kamu akan meninggal."

Jaksa berpendapat bahwa Carter telah memanipulasi Roy, yang memiliki riwayat depresi dan pernah mencoba bunuh diri, untuk merenggut nyawanya sendiri, mendorongnya bahwa itu "tidak menyakitkan".

Tetapi tim kuasa hukum Carter berpendapat bahwa Roy telah berencana untuk bunuh diri, dan telah mempersiapkan peralatan yang dia gunakan untuk mengambil nyawanya sendiri.

Mereka juga mengatakan pengobatan anti-depresi yang dijalani Carter telah berdampak pada penilaiannya.

Truk milik Conrad dipenuhi oleh karbon monoksida, dia keluar dari kendaraannya untuk berbicara melalui telepon dengan Carter, yang pada saat itu berada sekitar 48 km dari lokasi.

Penyelidik tidak memiliki rekaman percakapan tersebut, tetapi dalam sebuah pesan kepada seorang teman, Carter mengambarkan apa yang disampaikan dalam pembicaraan dengan Conrad,

"Sam, kematian [korban] merupakan kesalahan saya, sejujurnya saya dapat menghentikan dia, saya berbicara melalui telepon dengannya dan dia keluar (dari truk) karena itu tengah bekerja dan dia merasa takut dan saya (mengatakan) padanya untuk kembali ke dalam Sam karena saya tahu dia akan melakukannya lagi di hari kemudian dan saya tidak dapat lagi membantunya hidup dengan cara dia saya tidak dapat melalukannya saya tidak dapat mencegahnya," tulis dia setelah kematian Conrad.

Pesan lain untuk temannya menyebutkan :"Saya berbicara melalui telepon dengannya ketika dia bunuh diri. Saya mendengar dia sekarat."

Dia juga menghubungi seorang teman ketika dia mengetahui penyelidik mencari telepon Roy.

"Mereka membaca pesan saya untuk dia, saya selesai," terdakwa menulis juga, "keluarganya akan membenci saya dan saya sapat dipenjara".

Carter akan dijatuhi hukuman pada 3 Agustus 2017.

Topik terkait

Berita terkait