Krisis Qatar: Akun Twitter Al Jazeera bahasa Arab sempat ditangguhkan

Al Jazeera Hak atas foto EPA
Image caption Al Jazeera has been in the crosshairs of Qatar's Gulf neighbours

Akun media berbahasa Arab Al Jazeera telah pulih kembali di Twitter setelah ditangguhkan karena jaringan yang disebut "sebuah kampanye terorganisir".

Akun, yang memiliki kurang dari 12 pengikut ini, ditangguhkan karena alasan yang tidak spesifik pada Sabtu (17/06) pagi.

Al Jazeera merupakan media siaran unggulan di Qatar, yang mengalami tekanan dari negara tetangga di kawasan Teluk. Mereka menuduh emirat negara itu memiliki hubungan dengan kelompok teror.

Akun tersebyt dipulihkan pada sore hari waktu Qatar.

Peraturan media sosial Twitter menyebutkan bahwa sebuah akun dapat ditangguhkan karena tiga alasan: karena mengunggah spam, karena diretas atau membahayakan, atau karena "berkaitan dengan perilaku kekerasan, seperti mengirimkan ancaman kepada orang lain atau meniru akun lainnya".

Penangguhan sebuah akun milik lembaga penyiaran nasional dengan banyak pengikut, merupakan sesuatu yang tak biasa.

Seorang editor senior pada situs itu menulis bahwa ada "serbuan laporan massal" terhadap akun - Twitter menerima jumlah keluhan yang signifikan di waktu yang sama.

Akun Al Jazeera untuk bahasa lain, juga akun breaking news Al jazeera berhasa Arab, masih online.

Arab Saudi memimpin langkah pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar sejak awal bulan ini. Riyadh menutup perbatasannya dan wilayah udara bagi Qatari Airways dan- bersama dengan Bahrain, Uni Emirat Arat dan Mesir.

Negara-negara itu, termasuk Presiden AS Donald Trump, telah menuduh Qatar menganggu stabilitas kawasan dengan tuduhan membantu kelompok ekstremis dan memiliki hubungan dengan Iran. Qatar telah membantah mendanai kelompok teror.

Bahkan sebelum ketegangan meningkat di Timur Tengah, Al Jazeera dicurigai oleh negara tetangga Qatar.

Situsnya diblok oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain pada akhir Mei lalu.

Dalam penutupan kantor media penyiaran ini, Arab Saudi mengatakan Al Jazeera mempromosikan "rencana" terorisme, mendukung milisi Houthi yang diperangi Arab Saudi di Yaman dan berupaya untuk "memecah kalangan internal Saudi".

Al Jazeera mengatakan "bukan merupakan partisan bagi ideologi tertentu, kelompok ataupun pemerintah".

Berita terkait