ISIS dilaporkan meledakkan Masjid Agung al-Nuri di Mosul

al-Nuri, al-Habda, Mosul Irak Hak atas foto AFP
Image caption Kondisi Masjid Agung al-Nuri pada 21 Juni berdasarkan gambar dari udara, yang diterbitkan Komando Operasi Bersama Irak.

Militer Irak mengatakan para militan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS meledakkan Masjid Agung al-Nuri dan menara miringnya di Mosul.

Di masjid inilah pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, tiga tahun lalu, menyampaikan pidatonya untuk memproklamirkan 'kekhalifahan' baru.

Peledakan itu terjadi ketika pasukan khusus kontraterorisme Irak sedang berupaya bergerak maju ke kawasan kota tua Mosul dan berada sekitar 50 meter dari masjid tersebut.

Hak atas foto Reuters
Image caption Bendera ISIS terlihat berkibar di menara miring al-Habda yang bersejarah. (Foto diambil pada 24 Maret 2017).

"Kelompok teror (ISIS) kembali melakukan kejahatan sejarah dengan meledakkan Masjid al-Nuri dan menara al-Habda yang bersejarah," seperti tertulis dalam pernyataan militer Irak.

Namun kantor berita ISIS, Amaq, berkilah bahwa justru pesawat tempur Amerika Serikat yang menghancurkan masjid.

Hak atas foto EPA
Image caption Masjid al-Nuri dengan latar belakang menara al-Habda pada 9 Juli, beberapa hari setelah Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan 'kekhalifahan' di masjid ini.

Para pejabat Irak dilaporkan berusaha untuk merebut masjid bersejarah tersebut pada saat Hari Raya Iedul Fitri, yang di Irak diperkirakan jatuh pada Minggu (25/06) atau Senin (26/06).

Al-Baghdadi menyatakan dirinya sebagai 'khalifah' atau pemimpin umat Islam dari mimbar masjid ini pada 4 Juli tahun 2014 setelah militan ISIS menguasai beberapa kawasan di Irak maupun Suriah.

Bendera hitam ISIS sudah berkibar di menara masjid lebih awal, Juni pada tahun itu juga.

Pekan lalu muncul laporan-laporan bahwa dia mungkin tewas bersama 330 militan dalam serangan udara Rusia, 28 Mei, nanmun Departemen Pertahanan Rusia masih menyelidiki kepastiannya.

Bagaimanapun dia diperkirakan sudah meninggalkan Mosul ketika pasukan pemerintah Irak melancarkan serangan untuk merebut kembali kota itu sepenuhnya dan menyerahkan komando perang kepada komandan lokal ISIS.

Topik terkait

Berita terkait