Peledakan Masjid Agung Mosul tanda 'deklarasi kekalahan' ISIS

al-Nuri, al-Habda, Mosul Irak Hak atas foto AFP
Image caption Kondisi Masjid Agung al-Nuri pada 21 Juni berdasarkan gambar dari udara, yang diterbitkan Komando Operasi Bersama Irak.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan penghancuran sebuah masjid kuno di kota Mosul adalah 'sebuah deklarasi resmi kekalahan' oleh kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Militer Irak mengatakan para militan kelompok ISIS meledakkan Masjid Agung al-Nuri dan menara miringnya yang berusia ratusan tahun di Mosul.

Kelompok ISIS mengatakan pesawat tempur Amerika Serikat yang menghancurkan masjid tersebut, namun AS membantahnya.

Foto-foto udara memperlihatkan kondisi masjid yang sebagian besar hancur.

Di masjid berusia lebih dari 800 tahun inilah, tiga tahun lalu pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, menyampaikan pidatonya untuk memproklamirkan 'kekhalifahan' baru.

Penghancuran masjid itu telah menimbulkan kecaman luas.

Seorang komandan senior AS di Irak mengatakan bahwa ISIS telah menghancurkan "salah satu peninggalan terbesar Mosul dan Irak".

"Ini adalah kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh rakyat Irak, dan merupakan contoh mengapa organisasi brutal ini harus dimusnahkan," kata Mayor Jenderal Joseph Martin.

Peledakan itu terjadi ketika pasukan khusus kontraterorisme Irak sedang berupaya bergerak maju ke kawasan kota tua Mosul dan berada sekitar 50 meter dari masjid tersebut.

"Kelompok teror (ISIS) kembali melakukan kejahatan sejarah dengan meledakkan Masjid al-Nuri dan menara al-Habda yang bersejarah," tulis pernyataan militer Irak.

Sejak 17 Oktober tahun lalu, ribuan pasukan militer Irak, pejuang Peshmerga Kurdi, anggota Sunni Arab dan milisi Syiah, didukung oleh pesawat tempur koalisi dan penasihat militer pimpinan AS, terlibat dalam pertempuran untuk merebut kembali kota itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Bendera ISIS terlihat berkibar di menara miring al-Habda yang bersejarah. (Foto diambil pada 24 Maret 2017).

Pemerintah mengumumkan 'pembebasan' penuh Mosul timur pada bulan Januari, namun di bagian barat kota itu ada muncul perlawanan yang lebih sengit, dengan jalan-jalan sempit dan berliku.

Pada hari Selasa, pasukan Irak mengatakan bahwa mereka membebaskan warga sipil yang sebelumnya terjebak di bawah kendali ISIS di Kota Tua.

Dalam sebuah pernyataan kepada TV pemerintah Irak, seorang pejabat militer mengatakan: "Kami berhasil mengusir ISIS dan membiarkan warga sipil pergi. Ini adalah bukti bahwa ISIS telah kehilangan kendali."

Hak atas foto EPA
Image caption Masjid al-Nuri dengan latar belakang menara al-Habda pada 9 Juli, beberapa hari setelah Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan 'kekhalifahan' di masjid ini.

Masjid al-Nuri dibangun pada 1172 dan diberi nama berdasar seorang bangsawan yang berperang dalam Perang Salib.

Dulu, menara miringnya berjuluk 'si bungkuk.'

Sebulan setelah pasukan ISIS menyerbu Mosul pada bulan Juni 2014, Al Baghdadi memberi khotbah Jumat dari mimbar di dalam masjid dan berbicara tentang khalifah yang baru diproklamirkan.

Pada hari Minggu, Irak mengumumkan dimulainya 'babak penghabisan' serangan tersebut, melibatkan pasukan kontraterorisme Irak, tentara dan polisi federal, yang menyerang Kota Tua dari segala penjuru

Militer mengatakan mereka memperkirakan terdapat kurang dari 300 orang milisi yang tersisa di Mosul, jauh berkurang dibandingkan dengan awal serangan pada bulan Oktober yang berjumlah 6000 orang.

Sebelumnya pesawat-pesawat Irak menjatuhkan selebaran yang mendesak warga sipil untuk menghindari ruang terbuka dan mencari cara untuk meninggalkan kota.

PBB telah memperingatkan kemungkinan kelompok ISIS menahan lebih dari 100.000 orang di Mosul sebagai tameng manusia.

Berita terkait