Gereja 'berkolusi' dengan mantan uskup pelaku pelecehan seksual

ball Hak atas foto PA
Image caption Mantan uskup, Peter Ball, melakukan pelanggaran seksual terhadap 18 remaja laki-laki.

Tokoh-tokoh senior Gereja Inggris 'berkolusi' dengan seorang mantan uskup yang melakukan pelecehan terhadap remaja laki-laki, demikian disebutkan sebuah penyelidikan independen.

Peter Ball, sekarang berusia 85 tahun, dipenjara selama 32 bulan pada bulan Oktober 2015 setelah mengaku melakukan pelanggaran seksual terhadap 18 remaja laki-laki.

Mantan uskup Lewes dan Gloucester itu melakukan pelecehan dari tahun 1970-an sampai 1990-an.

Penyelidikan Dame Moira Gibb mengecam mantan Uskup Agung Canterbury, Lord Carey.

Dia diminta turun dari posisinya sebagai asisten uskup dari uskup agung saat ini, Justin Welby.

Dame Moira, mantan pekerja sosial senior mengatakan Gereja dipandang gagal memberikan tanggapan yang memadai selama bertahun-tahun.

Ball dibebaskan dari penjara pada bulan Februari setelah dihukum selama 16 bulan.

'Mengamankan yang lain'

Lewat laporannya,"An Abuse of Faith", Dame Moira mengatakan: "Prioritas Ball adalah untuk melindungi dan mempromosikan dirinya, serta memfitnah para korban."

"Gereja berkolusi dengan hal itu, bukannya berusaha membantu orang-orang yang disakiti, atau memastikan keamanan pihak-pihak lain."

Kajiannya menemukan bahwa Lord Carey sebenarnya sempat menerima tujuh surat setelah Ball ditangkap dan diperingatkan pada tahun 1992. Tetapi gereja tidak memberikan dokumen tersebut kepada polisi.

Ball tidak termasuk dalam "Lambeth List" Gereja Inggris, yang berisi nama-nama pendeta yang dipertanyakan kepatutannya.

Ball malahan diberikan dana yang disetujui Lord Carey untuk membantunya.

Lord Carey juga menulis ke saudara laki-laki Ball, Michael yang juga seorang uskup, pada tahun 1993, mengatakan: "Saya yakin dia pada dasarnya tidak bersalah."

Topik terkait

Berita terkait