Gedung Putih: Konflik di Teluk adalah 'masalah keluarga'

Doha, Qatar Hak atas foto Reuters
Image caption Sudah dua pekan Doha berada di puncak krisis diplomatik.

Pemerintah AS menyebut krisis diplomatik yang terjadi antara Qatar dan negara tetangganya sebagai "masalah keluarga".

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer menyampaikan komentar tersebut dalam konferensi pers pada wartawan di Washington.

Qatar kini dijatuhi sanksi ketat oleh Arab Saudi dan sekutunya, yang telah mengirimkan 13 tuntutan yang harus dipenuhi jika Qatar ingin sanksi itu dicabut.

Salah satu tuntutan tersebut adalah Qatar menutup jaringan media Al Jazeera dan memutus hubungan mereka dengan Iran.

Negara-negara Arab yang terlibat memiliki hubungan dekat dengan AS, namun Kementerian Luar Negeri AS dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson belum memberikan pernyataan resmi akan tuntutan yang diumumkan ke publik pada Jumat lalu.

"Empat negara yang menjadi bagian dari (pemutusan hubungan diplomatik) - kami meyakini ini adalah urusan keluarga dan mereka ahrus menyelesaikannya sendiri," kata Spicer.

"Jika kami bisa memfasilitasi diskusi, maka ayo. Mereka mau, dan harus mengatasinya sendiri."

Awalnya Tillerson diharapkan akan memberikan tanggapan pada Jumat.

Sebelumnya, dia sudah mengantisipasi dirilisnya serangkaian tuntutan dari Arab Saudi dan sekutu mereka: Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Negara-negara tersebut menginginkan Qatar memenuhi 13 tuntutan sebelum pencabutan sanksi, yang diterapkan awal bulan ini.

Mereka menuduh Qatar membiayai terorisme dan menyebabkan ketidakstabilan di kawasan tersebut, tuduhan yang dibantah Qatar.

Kementerian luar negeri Qatar sudah membenarkan pada Sabtu pagi bahwa mereka sudah menerima serangkaian tuntutan dan kini "menyiapkan tanggapan yang layak".

Berita terkait