Parade gay Turki dibatalkan pihak berwenang

Polisi Hak atas foto YASIN AKGUL/AFP
Image caption Polisi berusaha menghalangi peserta pawai masuk ke lokasi parade.

Pihak berwenang Turki membatalkan parade gay di Istanbul setelah dilarang selama tiga tahun berturut-turut.

Sebelumnya, pihak berwenang menerjunkan kepolisian dalam jumlah besar di pusat kota terbesar negara itu, Istanbul, setelah gubernur setempat melarang parade Gay Pride untuk tiga tahun berturut-turut.

Wartawan BBC di Istanbul, Mark Lowen, melaporkan polisi sempat menembakkan gas air mata dan peluru plastik untuk membubarkan massa yang berkumpul di Lapangan Taksim pada Minggu (25/06). Polisi juga menahan sejumlah orang yang berusaha mengikuti acara tersebut.

Gubernur Istanbul mengatakan acara tahunan ini dilarang menyusul ancaman dari kelompok-kelompok ultranasionalis.

Hak atas foto Chris McGrath/Getty Images
Image caption Para pendukung LGBT berpawai menuju Lapangan Taksim di Istanbul walaupun dilarang.

Namun para aktivis hak-hak gay sebelumnya menyatakan tekad akan tetap menggelar acara dan mengatakan alasan itu mengada-ada.

"Kami tidak takut, kami di sini, kami tidak akan mengubah pendirian," demikian pernyataan panitia penyelenggara.

'Konservatif'

Dikatakan oleh para aktivis gay bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang condong berhaluan Islam, berusaha membentuk citra Turki menjadi negara yang konservatif secara sosial sesuai dengan keinginan presiden.

Presiden Recep Tayyip Erdogan berasal dari Partai AK dengan fondasi Islam konservatif. Ia telah menepis tudingan bahwa ia ingin menerapkan nilai-nilai agama konservatif tetapi menegaskan ia tetap menjunjung sekulerisme.

Hak atas foto EPA
Image caption Panitia menghiasi tembok-tembok di Istanbul dengan bendera pelangi di sejumlah sudut kota.

Namun demikian, Presiden Erdogan mendukung hak rakyat untuk mengekspresikan agama mereka secara lebih terbuka.

Sebelum dilarang tiga tahun lalu, parade kaum gay di Istanbul berjalan selama lebih dari 10 tahun tanpa insiden berarti.

Hak atas foto BULENT KILIC/AFP
Image caption Seorang polisi berpakaian preman menendang seorang peserta Gay Pride.

Homoseksualitas tidak dilarang di Turki - tidak seperti di banyak negara Muslim - tetapi homofobia sering terjadi di dalam masyarakat.

Perayaan Gay Pride di Istanbul tahun ini bertepatan dengan Idul Fitri.

Dalam perayaan tahun lalu, polisi melepaskan gas air mata dan peluru plastik setelah para aktivis hak-hak transgender berkumpul di Istanbul, mengabaikan larangan pawai.

Topik terkait

Berita terkait