AS keluarkan peringatan keras atas kemungkinan serangan kimia di Suriah

Suriah, Hak atas foto Reuters
Image caption Sedikitnya 80 orang tewas akibat dugaan serangan kimia pada awal April dan sejumlah lainnya cedera.

Amerika Serikat mengatakan sudah mengidentifikasi hal yang disebut sebagai 'potensi persiapan' untuk serangan kimia di Suriah dan mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah negara itu.

Menurut Gedung Putih, kegiatan tersebut sama dengan yang dilakukan sebelum yang diduga serangan kimia pada bulan April.

Puluhan orang tewas dalam serangan tersebut, yang kemudian mendorong Presiden Donald Trump memerintahkan serangan atas sebuah pangkalan udara Suriah.

Pernyataan Amerika Serikat memperingatkan Presiden Bashar al-Assad akan mendapat 'hukuman yang besar' jika terjadi lagi serangan kimia.

Serangan kimia lain oleh rezim Assad, menurut pernyataan itu, kemungkinan akan menyebabkan pembunuhan massal warga sipil.

"Seperti yang sebelumnya dinyatakan, Amerika Serikat ada di Suriah untuk menghancurkan Negara Islam Irak dan Suriah. Namun, jika Assad melakukan pembunuhan massal lagi dengan menggunakan senjata kimia, dia dan militernya akan membayar mahal."

Hak atas foto Twitter
Image caption Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan Rusia dan Iran juga ikut bertanggung jawab jika ada lagi serangan.

Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan Rusia dan Iran -yang merupakan sekutu Presiden Assad- juga akan bertanggung jawab jika serangan seperti itu berlangsung.

"Serangan lanjutan apapun atas rakyat Suriah akan disalahkan kepada Assad, namun juga Rusia dan Iran yang mendukung dia untuk membunuh rakyatnya sendiri," seperti ditulis Haley di Twitter.

Pemerintah Suriah belum mengeluarkan tanggapan atas peringatan AS terbaru ini.

Presiden Assad membantah pasukannya berada di belakang serangan gas saraf di Khan Sheikhoun -kota yang dikuasai kelompok pemberontak- pada bulan April.

Hak atas foto Reuters
Image caption Serangan atas Khan Sheikhoun pada 4 April diduga merupakan serangan kimia oleh pasukan militer Suriah.

Sedikitnya 80 orang tewas, termasuk anak-anak, dalam serangan tersebut sementara sejumlah lainnya menderita cedera.

Sebagai tanggapan atas serangan kimia itu, Angkatan Laut Amerika Serikat menembakkan 59 rudal Tomahwak ke pangkalan udara Shayrat, di Provinsi Homs, yang disebut digunakan untuk menyimpan senjata kimia.

Hak atas foto Reuters
Image caption Gambar udara atas pangkalan udara Shayrat di Suriah setelah diserang rudal Tomahwak AS.

Peringatan AS ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Rusia, yang mendukung Presiden Assad sejak tahun 2015 dengan serangan udara atas yang mereka sebut sebagai posisi ekstremis Islam.

Serangan rudal AS ke Suriah, menurut Rusia, melanggar hukum internasional dan pemerintah Moskow juga memperingatkan pasukan koalisi pimpinan AS bahwa pesawat mereka akan dianggap sebagai sasaran setelah AS menembak jatuh sebuah pesawat tempur Suriah.

Berita terkait