Gedung Putih tetapkan persyaratan visa AS untuk enam 'negara Islam'

Gedung Putih, Amerika Serikat, Washington Hak atas foto Getty Images/Mark Wilson
Image caption Definisi keluarga dekat tidak mencakup kakek/nenek, tante, paman, sepupu, keponakan, besan, cucu, dan keluarga besar lainnya.

Gedung Putih sudah menetapkan persyaratan baru untuk permohonan visa ke Amerika Serikat dari enam negara berpenduduk mayoritas umat Islam dan untuk semua pengungsi.

Warga Iran, Libia, Suriah, Somalia, Sudan, dan Yaman yang ingin mengajukan visa ke AS harus memiliki keluarga dekat dan hubungan bisnis di negara itu.

Persyaratan baru akan mulai diterapkan Kamis (29/06), mengikuti keputusan Mahkamah Agung AS yang mencabut sebagian keputusan yang menentang larangan masuknya warga dari negara-negara tersebut.

Perintah eksekutif yang dikeluarkan Preiden Donald Trump tak lama setelah pelantikannya itu sempat dihambat oleh beberapa pengadilan negara bagian.

Berdasarkan peraturan baru, maka selama 90 hari mendatang mereka yang tidak memiliki hubungan keluarga dekat -yang dibatasi sebagai orang tua, suami atau istri, anak, menantu, atau saudara sedarah- tidak akan boleh masuk Amerika Serikat.

Petunjuknya secara khusus menyebutkan bahwa hubungan tersebut harus resmi, terdokumentasi, dan dalam bentuk yang biasa -yang bukan untuk tujuan menghindar dari perintah eksekutif.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Perintah eksekutif Trump yang melarang warga dari negara berpenduduk mayoritas Islam memicu unjuk rasa di seluruh dunia, termasuk di Inggris.

Definisi keluarga dekat itu tidak mencakup kakek/nenek, tante, paman, sepupu, keponakan, besan, cucu, dan keluarga besar lainnya.

Namun alasan pendidikan dan bisnis dikecualikan dari persyaratan tersebut.

Mereka yang sudah memiliki visa tidak akan terpengaruh dengan peraturan baru ini, juga pemegang dwikewarganegaraan yang melakukan perjalanan dengan menggunakan paspor dari negara yang tidak masuk daftar.

Bagaimanapun para pengacara memperingatkan pembatasan baru ini -yang berlaku sambil menunggu keputusan akhir Mahkamah Agung- akan membuka peluang bagi banjirnya gugatan hukum.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Trump mengatakan perintah eksekutifnya untuk mencegah teroris masuk ke AS.

Mahkamah Agung AS masih akan mengkaji ulang kasus ini secara menyeluruh hingga Oktober, yang berarti masa penerapan selama 90 hari sudah akan selesai.

Pengadilan tertinggi itu juga menyetujui larangan 120 hari bagi pengungsi untuk masuk Amerika Serikat, dengan mengizinkan pemerintah untuk melarang masuk yang tidak memiliki hubungan 'bonafide' dengan individu atau entitas AS.

Pemerintah Trump menetapkan pembatasan jumlah pengungsi yang diterima sebanyak 50.000 jiwa, yang menurut Departemen Luar Negeri mungkin sudah tercapai hanya dalam waktu dua minggu.

Para pegiat hak asasi menentang perintah eksekutif yang menurut Presiden Trump dibutuhkan untuk mencegah teroris masuk ke AS walau para penetangnya mengatakan larangan itu atas umat Islam.

Berita terkait