Pasukan Irak rebut kembali bekas masjid bersejarah di Mosul

Masjid Al-Nuri Hak atas foto Reuters
Image caption Anggota pasukan kontraterorisme mengamankan lokasi masjid yang diledakkan oleh ISIS.

Lokasi bekas Masjid Agung al-Nuri berhasil dikuasai kembali oleh pasukan keamanan Irak pada Kamis (29/06) setelah milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dipukul mundur.

Namun masjid tersebut kini tinggal puing-puingnya karena milisi ISIS meledakkan tempat ibadah tersebut dan juga menara miringnya yang terkenal pekan lalu.

Peledakan terjadi ketika pasukan khusus kontraterorisme Irak berupaya bergerak maju ke kawasan kota tua Mosul dan berada sekitar 50 meter dari masjid.

Dengan menggunakan istilah yang merendahkan ketika merujuk pada ISIS, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan kembalinya situs masjid ke tangan pasukan pemerintah menandai "akhir dari negara Daesh (ISIS) yang palsu".

"Kita tidak akan mengalah, pasukan kami yang berani akan membawa kemenangan," tambah al-Abadi.

"Kita akan terus memerangi Daesh sampai mereka semua dibunuh atau diadili."

Hak atas foto Reuters
Image caption Menara miring al-Hadba, yang berusia ratusan tahun, sebelum diledakkan oleh ISIS.
Hak atas foto Reuters
Image caption ISIS meledakkan masjid dan menara miring al-Hadba saat pasukan Irak memasuki kota Mosul.

Masjid Agung Al-Nuri mempunyai arti penting bagi pemerintah Irak maupun ISIS sebab di mimbar masjid tersebut pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, pada satu-satunya kesempatan tampil di depan umum. Tampilnya al-Baghdadi di mimbar terjadi tiga hari setelah kelompok ISIS menyatakan pembentukan "kekhalifahan" tepat tiga tahun lalu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Asap masih mengepul dari puing-puing masjid setelah direbut oleh pasukan pemerintah Irak.

Milisi ISIS sekarang mundur ke sejumlah daerah di Irak dan juga negara tetangga, Suriah. Di Suriah, petempur-petempur oposisi dari kelompok Kurdi dan Arab dukungan Amerika Serikat mengepung kota Raqqa.

Lewat Twitter, seorang juru bicara koalisi mengatakan pasukan koalisi telah menguasai kembali wilayah sekitar 84.000 kilometer persegi. Ditambahkan lebih dari empat juga penduduk berhasil dibebaskan dari pemerintahan ISIS seraya dikatakan, "Apa yang disebut kekhalifahan ISIS runtuh; dari luar maupun dari dalam".

Sementara itu perusahaan riset IHS Markit memperkirakan ISIS masih menguasai wilayah sekitar 36.000 kilometer persegi di Irak dan Suriah.

Topik terkait

Berita terkait