Trump "Saya merupakan presiden zaman modern"

Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Trump mengatakan cuitannya membantunya untuk memenangkan pemilihan presiden AS.

Presiden AS Donald Trump membela dirinya dalam menggunakan media sosial, menyusul kritik terhadap komentarnya mengenai dua penyiar TV MSNBC.

"Saya menggunakan media sosial bukanlah presidensial - ini merupakan presiden zaman modern," cuit Trump pada Sabtu (01/07).

Pada awal pekan ini, presiden melancarkan serangan personal yang kasar terhadap penyiar Mika Brzezinski dan Joe Scarborough.

Dia menulis cuitan yang dikecam oleh kalangan Demokrat dan Republik, meskipun dibela oleh Gedung Putih.

Pembantu presiden sebelumnya telah menyampaikan keprihatinanya terhadap cuitan Trump.

Tetapi presiden AS itu mengatakan pada Sabtu (01/07) bahwa media sosial memberinya kesempatan untuk berhubungan langsung dengan publik, melewati media arus utama, yang disebutkan oleh Trump sering menulis "berita palsu".

"MEDIA BERITA PALSU & MENIPU tengah bekerja keras untuk menyakinkan Republikan dan lainnya agar saya tidak menggunakan media sosial," cuit Trump, dengan menambahkan: "Tetapi ingat, saya memenangkan pemilu 2016 dengan wawancara, pidato dan media sosial."

Trump juga menyerang kembali CNN setelah media AS ini mencabut berita yang menuduh seorang pembantu presiden sedang diselidiki oleh Kongres.

"Saya sangat ingin melihat bahwa @CNN akhirnya telah terungkap sebagai #FakeNews (berita palsu) dan jurnalisme sampah. Ini tinggal menunggu waktu!"

Pemberitaan yang menimbulkan kemarahan, yang kemudian dicabut dari situs CNN menyusul dilakukannya penyelidikan internal, kemudian menyebabkan tigajurnalis CNN mengundurkan diri : Thomas Frank, editor unit investigasi dan pemenang Pulitzer Prize Eric Lictblau dan Lex Harris, yang mengawasi unit investigasi.

Hak atas foto @REALDONALDTRUMP/TWITTER

Trump berulang kali menyebut CNN "berita palsu" dan sebelumnya memberi label pada situs Buzzfeed sebagai sebuah "tumpukan sampah yang gagal".

Presiden AS ini memiliki lebih dari 33 juta followers di Twitter. Meskipun tampaknya semakin sulit bagi presoden untuk mengejutkan para pembacanya, dengan unggahan 140 karakter yang telah dikecam oleh polisi dan komentator.

Sejumlah kalangan menyoroti penggunaan bahasa Trump yang tidak pantas bagi orang yang menduduki jabatan tertinggi. Pada Jumat, New York Post mempublikasikan tiga kata dalam editorialnya tentang cuitan Trump:" Stop. Hentikan saja."

Kritikan itu disampaikan menyusul cuitan Trump pada Kamis (29/06) lalu yang menghina penyiar MSNBC Morning Joe, Mika Brzezinski, dengan mengatakan dia telah mengalami "pendarahan yang hebat akibat sebuah bedah plastik" kedtika Trump melihatnya pada enam bulan lalu.

Dia juga secara verbal menyerang penyiar pendamping Brzezinski, Scarborough, yang menggambarkan dia sebagai "Joe orang gila".

Brzezinksi dan Scarborough menyerang balik, menuduh presiden sebagai seorang dengan " obsesi tak sehat" pada meraka. Meteka menuding Gedung Putih berupaya untuk memeras mereka untuk meminta maaf karena liputan negatif tetang Presiden Trump.

Hak atas foto Reuters
Image caption Joe Scarborough dan Mika Brzezinski menjadi target cuitan terakhir Donald Trump.

Senator Lindsey Graham mengatakan ucapan Trump "tak pantas bagi jabatan " presiden, sementara Trump Republikan lain Ben Sasse mengatakan "Ini tidak normal dan berada di bawah martabat jabatan Anda".

Meski dikritik, Trump kembali menyerang Brzezinksi pada Sabtu (01/07), dengan menyebutnya "bodoh seperti sebuah batu".

Berita terkait