Kapal perang AS berlayar di dekat pulau sengketa di Laut Cina Selatan

USS Stetham Hak atas foto AFP
Image caption USS Stetham tiba di Shanghai pada 2015. Baru-baru ini, kapal tersebut berlayar dekat Pulau Triton yang disengketakan sejumlah negara, termasuk Cina.

Untuk kedua kalinya dalam masa kepemimpinan Donald Trump, sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar dekat sebuah pulau di Laut Cina Selatan yang diklaim sejumlah negara, termasuk Cina.

Kapal perang USS Stethem dilaporkan berlayar dalam radius 12 mil laut dari Pulau Triton, bagian dari Kepulauan Paracel yang disengketakan Vietnam, Taiwan, dan Cina.

Melajunya kapal AS di Laut Cina selatan adalah bagian dari operasi "kebebasan bernavigasi" yang berlangsung beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump menggelar percakapan via telepon dengan Presiden Cina, Xi Jinping.

Cina mengecam tindakan itu dan menyebut aksi AS merupakan "provokasi militer dan politik yang serius". Untuk itu, pemerintah Cina akan menempuh "semua cara yang patut dilakukan untuk membela keamanan dan kedaulatan nasional".

Operasi "kebebasan bernavigasi" di Laut Cina Selatan adalah yang kedua selama Presiden Trump memerintah. Pada Mei lalu, USS Dewey berlayar kurang dari 12 mil laut dari sebuah pulau buatan Cina bernama Mischief Reef, yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly.

Menteri Pertahanan AS, James Mattis, mengatakan AS tidak akan menerima militerisasi Cina di pulau-pulau buatan di kawasan Laut Cina Selatan yang juga diklaim oleh Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei.

Apa yang disebut kebebasan navigasi?

Program kebebasan navigasi AS menantang "klaim yang berlebihan" terhadap samudra dan ruang udara dunia.

Program ini dikembangkan untuk mempromosikan ketaatan internasional terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Topik terkait

Berita terkait