Arab Saudi kecam keras Qatar, sebut Doha 'tak pahami masalah'

Empat Menlu Hak atas foto Reuters
Image caption Menlu Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir menggelar pertemuan di Kairo membahas jawaban yang dikirim Qatar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain dan Mesir mengutuk jawaban Qatar atas tuntutan yang mereka minta, dengan menyebut pemerintah di Doha tak memahami seriusnya masalah.

Bulan lalu, keempat negara ini memutus semua hubungan darat, udara dan laut dengan Qatar setelah menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok ekstrem atau teroris.

Qatar membantah tuduhan tersebut, namun beberapa negara tetangga menuntut perubahan kebijakan secara mendasar.

Tujuh negara Arab putuskan hubungan diplomatik: Ada apa dengan Qatar?

Lima pertanyaan besar Anda soal pengucilan Qatar terjawab

Unta dan domba Qatar pun terkena dampak pengucilan

Dalam pertemuan di ibu kota Mesir, Kairo, hari Rabu (05/07), Menlu Saudi, UAE, Bahrain dan Mesir mengatakan respons Qatar atas ultimatum mereka negatif dan Menlu Saudi mengatakan akan ada langkah lanjutan terhadap Qatar pada saatnya nanti.

Tuntutan Saudi, UAE, Bahrain, Mesir:

  • Menutup pangkalan militer Turki
  • Membatasi hubungan dengan Iran
  • Memutus semua kaitan dengan Ikhwanul Muslimin
  • Menolak menaturalisasi warga negara dari Saudi, Mesir, UAE, dan Bahrain sekaligus mengeluarkan warga keempat negara tersebut dari Qatar
  • Menyerahkan semua individu yang dicari keempat negara atas alasan terorisme
  • Menghentikan pendanaan kepada entitas ekstremis yang disebut AS sebagai kelompok teroris
  • Menyediakan semua informasi terperinci tentang sosok-sosok yang didanai Qatar, terutama sosok oposisi dari Saudi dan tiga negara Arab lain
  • Bergabung ke Dewan Kerja sama Teluk dalam aspek politik, ekonomi dan bidang lainnya
  • Menghentikan pendanaan ke perusahaan media, Al Jazeera, Arabi21 dan Middle East Eye
  • Membayar sejumlah uang sebagai kompensasi

Pertemuan digelar ketika batas waktu bagi Qatar untuk memenuhi semua tuntutan beberapa negara tetangga tersebut berakhir.

Tuntutan itu di antaranya mencakup penutupan stasiun televisi Al Jazeera, penutupan pangkalan militer Turki, pengurangan kerja sama dengan Iran, dan pemutusan hubungan dengan kelompok yang berpusat di Mesir, Ikhwanul Muslimin.

Sebelumnya, dalam keterangan di London, Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menggambarkan pemutusan semua hubungan yang dialami negaranya sama halnya dengan 'pengepungan yang merupakan pelanggaran dan penghinaan'.

"Jawaban atas ketidaksetujuan kami bukan blokade atau ultimatum, tapi adalah dialog," kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani.

Qatar -negara berpenduduk 2,7 juta jiwa dan salah satu negara terkaya di dunia- sangat tergantung dengan impor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berita terkait