‘Jika terpaksa’, AS akan gunakan ‘kekuatan militer’ terhadap Korut

korut Hak atas foto KCNA
Image caption Media Korea Utara merilis foto ini saat uji coba peluncuran rudal Hwasong-14.

Amerika Serikat akan mempertimbangkan untuk menggunakan "kekuatan militer yang besar" terhadap Korea "jika terpaksa".

Di hadapan para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menilai uji rudal Korut menandai eskalasi militer yang tinggi sehingga AS akan mengajukan resolusi baru terhadap Pyongyang.

Nikki Haley juga mengancam Korut dengan sanksi perdagangan.

Menurutnya, uji rudal balistik antarbenua yang dilakukan Korut pada Selasa (04/07) "segera menutup kemungkinan solusi diplomatik".

"Amerika Serikat bersiap menggunakan kemampuan penuh kami untuk mempertahankan diri kami dan sekutu kami."

"Salah satu kemampuan kami terletak pada kekuatan militer yang besar. Kami akan menggunakannya, jika kami terpaksa, namun kami memilih untuk tidak menuju ke arah itu," papar Haley.

Hak atas foto Getty Images
Image caption "Amerika Serikat bersiap menggunakan kemampuan penuh kami untuk mempertahankan diri kami dan sekutu kami," kata Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley.

Menanggapi uji rudal Korut, dubes Prancis mengatakan negaranya mendukung resolusi baru terhadap Korut.

Perwakilan Rusia juga mengecam uji rudal Korut, namun kemungkinan menggunakan langkah militer terhadap Pyongyang "harus dikesampingkan".

Adapun delegasi Cina berpendapat aksi Korut tidak dapat diterima. Namun, pihak Cina dan Rusia menyeru kepada AS untuk membatalkan rencana menggelar sistem antirudal di Korea Selatan dan melaksanakan latihan militer gabungan dekat Korut.

Korut untuk pertama kalinya menguji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Selasa (04/07). Kantor berita Korut, KCNA, mengutip Kim Jong-un yang berkata uji coba itu adalah "hadiah" bagi rakyat AS yang merayakan Hari Kemerdekaan.

Kim juga memerintahkan para bawahannya untuk "sering mengirim 'paket hadiah' baik yang besar maupun yang kecil kepada orang-orang Yankees".

Pyongyang menyatakan rudal ICBM Hwasong-14 telah mencapai ketinggian 2.802 kilometer dan melesat sejauh 933 kilometer selama 39 menit sebelum mengenai sasaran di laut.

Korut, sebut KCNA, kini merupakan negara "kekuatan nuklir lengkap yang memiliki roket balistik antar benua paling kuat dan mampu mengenai bagian manapun di dunia".

Berita terkait