Kubu pro-pemerintah Venezuela serbu parlemen, pukuli anggota DPR

venezuela Hak atas foto MIGUEL GUTIERREZ/EPA
Image caption Para pendukung pemerintah Venezuela menyerbu masuk gedung parlemen dan memukuli anggota DPR.

Sekitar 100 orang pendukung pemerintah Venezuela menyerbu masuk parlemen dan memukuli sejumlah anggota DPR.

Sejumlah saksi mata mengatakan konfrontasi dimulai sesaat setelah sidang paripurna untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

Para pendukung pemerintah tiba-tiba menerobos gerbang gedung parlemen sembari membawa tongkat dan pipa besi, sementara personel polisi militer yang bertugas menjaga keamanan berdiri tanpa berbuat apa-apa, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Hak atas foto MIGUEL GUTIERREZ/EPA
Image caption Sejumlah pendukung pemerintah Venezuela menerobos masuk gedung parlemen, Rabu (05/06).
Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang pendukung pemerintah mengayunkan pipa besi ke arah anggota DPR Venezuela.

Julio Borges, seorang politikus Venezuela, merilis cuitan di Twitter bahwa ada lima anggota DPR yang mengalami cedera. Beberapa di antara mereka dibawa ke luar gedung untuk menjalani perawatan.

"Ini tidak seberapa sakit dibanding menyaksikan bagaimana kita kehilangan negara kita setiap hari," cetus anggota DPR, Armando Armas, selagi dimasukkan ke ambulans dengan memakai perban berdarah di kepalanya.

Surat kabar Venezuela, Tal Cual, menyebut serangan dilakukan milisi pro-pemerintah berjuluk "colectivos". Mereka dilaporkan menembakkan mercon dan petasan saat menerobos masuk gedung parlemen.

Hak atas foto Cristian Hernandez/EPA
Image caption Baku hantam terjadi di taman gedung parlemen.

Sejumlah anggota DPR yang diserang "jatuh ke ubin dan ditendangi", sebut Tal Cual.

Beragam foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan korban penyerangan mengalami luka di kepala. Setidaknya seorang anggota DPR, Americo De Grazia, digotong ke luar gedung.

Selain anggota DPR, menurut Julio Borges, di dalam gedung parlemen terdapat 108 wartawan, mahasiswa, dan pengunjung. Beberapa saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters beberapa di antara mereka diizinkan ke luar gedung.

Wartawan AFP yang berada di lokasi kejadian mengatakan salah seorang dari para penyerbu membawa senjata api.

Hak atas foto Reuters
Image caption Anggota parlemen Venezuela, Luis Stefanelli (kiri) mengangkat kedua tangannya di samping rekannya yang berdarah, Leonardo Regnault. Baik Stefanelli maupun Regnault adalah politikus dari kubu oposisi.

Menunjukkan dukungan

Aksi serbuan itu terjadi selagi Presiden Nicolas Maduro menyampaikan pidato dalam parade Hari Kemerdekaan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Tareck El Aissami mengunjungi gedung parlemen bersama sejumlah menteri dan panglima angkatan bersenjata, Vladimir Padrino Lopez.

Dalam pidatonya, El Aissami mendorong para pendukung presiden datang ke gedung parlemen untuk menunjukkan dukungan terhadap Presiden Maduro. Saat El Aissami berbicara, kerumunan orang pro-pemerintah telah berada di luar gedung parlemen.

Bagaimanapun, melalui pernyataan Kementerian Komunikasi, pemerintah "mengecam dugaan aksi kekerasan di taman parlemen federal".

"Pemerintah telah memerintahkan investigasi terhadap aksi kekerasan untuk menetapkan seluruh kebenaran dan, berdasarkan hal itu, menerapkan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab".

Parlemen Venezuela secara mayoritas diduduki kubu oposisi sejak pemilihan umum Desember 2015 dan menjadi institusi yang kerap mengkritik pemerintah dan presiden.

Selama tiga bulan terakhir, demonstrasi antiMaduro telah berlangsung dan memicu bentrokan antara demonstran dan aparat. Sedikitnya 90 orang meninggal dunia akibat aksi tersebut.

Topik terkait

Berita terkait