Uni Eropa-Jepang capai kerangka kesepakatan perdagangan bebas

jepang, eropa, shinzo abe, juncker Hak atas foto FRANCOIS WALSCHAERTS / POOL
Image caption Kesepakatan ditandatangani setelah pertemuan PM Jepang, Shinzo Abe, dan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker.

Uni Eropa dan Jepang sudah mencapai kerangka kesepakatan resmi untuk perdagangan bebas, yang akan membuka jalan bagi perdagangan barang tanpa hambatan tarif antara dua kekuatan ekonomi besar dunia tersebut.

Kerangka kesepakatan ditandatangani di Brussels, Kamis (06/07), setelah pertemuan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dengan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menjelang pertemuan puncak G20 di Hamburg, Jerman.

Namun belum banyak rincian yang terungkap dan masih diperlukan waktu untuk mewujudkannya dalam kesepakatan penuh yang bisa diterapkan.

Dua sektor yang penting dalam perdagangan kedua pihak adalah ekspor mobil produksi Jepang dan masuknya produk pertanian Uni Eropa ke Jepang.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan kesepakatan tersebut mencerminkan komitmen Uni Eropa untuk perdagangan dunia.

"Kami melakukannya. Kami menuntaskan perundingan dagang dan politik Uni Eropa-Jepang. Uni Eropa akan lebih, lebih terlibat lagi secara global."

Hak atas foto AFP/FRANCOIS NASCIMBENI
Image caption Produk-produk susu Uni Eropa merupakan salah satu sektor penting dalam kesepakatan dagang dengan Jepang.

Tusk menambahkan bahwa kesepakatan juga menjadi tanggapan atas argumentasi beberapa orang yang mendukung Brexit -proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa- bahwa Uni Eropa tidak mampu mempromosikan perdagangan bebas.

"Walaupun beberapa orang mengatakan bahwa masa isolasi dan disintegrasi datang kembali, kami menunjukkan bahwa bukan itu yang terjadi," tegas Tusk.

Kesepakatan perdagangan Uni Eropa-Jepang dicapai setelah ambruknya Kemitraan Trans Pasifik -yang merupakan kerja sama ekonomi antara Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara Pasifik lainnya- yang dibatalkan Presiden Donald Trump tak lama setelah dia berkuasa Januari lalu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Jepang merupakan salah satu pengekspor mobil terbesar di dunia.

Jepang merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 127 juta dan merupakan pasar ekspor ketujuh terbesar bagi Uni Eropa.

Salah satu ekspor yang penting dari Uni Eropa adalah produk-produk susu, dengan permintaan yang terus meningkat di Jepang dalam beberapa tahun belakangan.

Para peternak susu di Uni Eropa berjuang menghadapi permintaan yang melemah di dalam negeri mereka dan persaingan ketat yang membuat mereka mendapat pemasukan lebih kecil dibandingkan biaya produksi.

Bagaimanapun masih diperlukan waktu panjang bahkan setelah kesepakatan yang menyeluruh ditandatangani karena ada pasal tentang transisi selama 15 tahun untuk memungkinkan sektor-sektor ekonomi di masing-masing negara menyesuaikan diri dengan saingan baru dari luar.

Topik terkait

Berita terkait