Teka-teki lenyapnya pilot perempuan legendaris: dari mulai pesawatnya jatuh hingga menjadi tawanan perang

Amelia Earheart Hak atas foto Getty Images
Image caption Lenyapnya pilot perempuan legendaris, Amelia Earhart memunculkan berbagai spekulasi.

Sebuah foto baru yang ditemukan menunjukkan pilot legendaris AS Amelia Earhart kemungkinan meninggal dalam tahanan Jepang - dan bukan dalam kecelakaan pesawat di Pasifik.

Jika benar, maka hal itu akan memecahkan salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan.

Earhart lenyap saat penerbangan melintasi Pasifik tahun 1937 - dan spekulasi tentang hilangnya sang pilot berkembang sejak saat itu.

Sebuah foto dari tahun 1930an menunjukkan sosok yang bisa jadi adalah dirinya, diambil di Kepulauan Marshall, Jepang.

Namun, ada seorang pakar terkemuka yang mematahkan klaim tersebut, yang mengatakan bahwa ia "takjub" dengan beredarnya kabar itu.

Arsip baru - yang diperlihatkan sebagai bukti teori lama - adalah sebuah foto hitam-putih yang ditemukan dalam Arsip Nasional AS.

Hak atas foto COURTESY OF LES KINNEY/US NATIONAL ARCHIVES
Image caption Earhart, atau bukan? Foto yang diambil sekitar tahun 1930-an menunjukkan sekelompok orang berdiri dermaga di Atol Jaluit.

Dalam arsip ini terlihat sekelompok orang tengah berdiri di atas dermaga. Disebutkan bahwa foto-foto tersebut diambil di Atol Jaluit di Kepulauan Marshall, yang kemungkinan di ambil oleh seorang mata-mata AS.

Kaitan ini nampaknya tipis, bagi pilot legendaris yang selama lima tahun terkenal menjadi perempuan pertama yang terbang melintasi Atlantik sebelum ia menghilang.

Klaimnya adalah bahwa seseorang yang duduk di belakang kamera bisa jadi Earhart, sementara sosok lain yang berada jauh di sebelah kiri foto tersebut dikatakan sebagai Fred Noonan, navigatornya pada penerbangan terakhirnya.

Di sebelah kanan foto ada bagian buram yang diklaim merupakan pesawat Earhart.

Hak atas foto COURTESY OF LES KINNEY/US NATIONAL ARCHIVES
Image caption Dalam foto terbaru yang diperbesar, sosok yang berada di sisi kiri diduga merupakan navigator Earheart sendiri yaitu Fred Noonan dan pesawat mereka.

Ric Gillespie, penulis Finding Amelia dan direktur eksekutif The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR), tentu tidak yakin.

Ia mengatakan kepada BBC: "Foto ini meyakinkan orang-orang, saya takjub dengan ini, maksud saya, Ya Tuhan! Lihat foto ini. Mari kita gunakan akal kita sejenak. Itu sudah lewat. Mereka pikir itu dari tahun 1937. Baiklah. Jika itu diambil tanggal 1 Juli 1937 maka tidak mungkin Amelia, karena dia belum lepas landas.

"Jika itu dari tahun 1935 atau 1938, tidak mungkin dia. Foto ini harus diambil di dalam jendela yang sangat sempit - dalam beberapa hari ketika dia menghilang."

Ia mencatat bahwa foto tersebut berasal dari arsip Kantor Intelijen Angkatan Laut, dan mengatakan bahwa hal itu "wajar", karena AS menginginkan foto aset angkatan laut Jepang ini.

"Dan apa diungkapkan foto itu? Atol Jaluit - Pulau Jaluit, foto itu tidak menyebutkan 'Amelia Earhart dalam tahanan Jepang'!

"Jika ini adalah foto Amelia Earhart dalam tahanan Jepang, mana orang Jepangnya? Tidak ada tentara yang tampak dalam foto ini. Tidak ada orang berseragam," katanya mengamati.

Hak atas foto LAURIE RUBIN
Image caption Ric Gillespie, penulis Finding Amelia, tidak yakin bahwa foto tersebut menunjukkan Earhart dan navigatornya.

Foto itu dirilis oleh saluran dokumenter History yang berbasis di AS menjelang pemutaran filmnya akhir pekan ini. Jika tujuannya adalah untuk menarik perhatian dan jumlah penonton maka hal itu sudah tertebus.

Ada dua orang pakar yang mengkaji program tersebut, mereka melihat ukuran tubuh perempuan yang diduga sebagai Amelia Earhart di foto tersebut, dan gigi serta potongan rambut dalam foto yang diklaim sebagai Fred Noonan.

Para pemburu misteri dan cerita

Gillespie mengatakan foto itu tidak cocok dengan gambar-gambar sang pilot yang diketahui selama ini.

"Orang yang mereka sebutkan adalah Amelia Earhart mungkin adalah seorang perempuan kulit putih, tapi rambutnya terlalu panjang kalau itu Amelia. Kami memiliki banyak foto Earhart yang diambil sehari sebelum dia lepas landas, dan rambutnya jauh lebih pendek dari itu."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sejumlah sejarawan sudah lama tertarik menggali kisah Amelia Earheart dan navigatornya.

Ia menambahkan bahwa pria yang diidentifikasi sebagai Fred Noonan itu bukan navigatornya. Lebih jauh ia mengatakan, Noonan mengenakan kemeja dengan warna yang salah.

"Pria itu berpakaian putih, Noonan selalu mengenakan kemeja dan celana panjang berwarna gelap. Amelia juga tidak memiliki kemeja seperti itu saat bepergian. Jadi orang Jepang rupanya telah memberi mereka pakaian baru.

"Semuanya salah," kata dia menyimpulkan. "Saya heran."

Apakah ia tewas di darat?

Earheart menghilang saat berusaha terbang mengelilingi dunia, mencoba mencapai Pulau Howland di Pasifik untuk mengisi bahan bakar.

Penjelasan resmi menyatakan bahwa ia tidak menemukan pulau itu, kehilangan komunikasi dan kehabisan bahan bakar, lalu jatuh ke lautan.

Image caption Foto-foto tersebut diambil di Jaluit Atoll di Kepulauan Marshall.

Meski sebagian besar kalangan bisa menerima versi itu, namun tidak ada bukti yang mendukung, seperti penemuan puing.

Dua teori penting lainnya menyebut bahwa Earhart mendarat di atau dekat Kepulauan Marshall, Jepang, atau ia sampai di pulau Nikumaroro dekat Kiribati dan meninggal di sana.

Tidak ada bukti yang pasti dari salah satu teori ini - tapi hal itu tidak menghentikan para sejarawan amatir dan profesional untuk menggali lebih dalam.

Hak atas foto TIGHAR
Image caption Pulau Nikumaroro tidak berpenghuni pada saat Earhart akan mendarat di sana.

Bagian dari kerangka yang ditemukan pada Nikumaroro pada tahun 1940 pada awalnya dianggap miliknya, namun para dokter saat itu memutuskan bahwa itu merupakan tengkorak tubuh seorang laki-laki.

Gillespie, yang mendukung teori Nikumaroro, telah memimpin 11 ekspedisi di Pasifik Selatan untuk meneliti nasib Earhart. Ia menunjuk bahwa pulau itu tidak berpenghuni pada saat Earhart akan mendarat di sana.

Ia dan timnya menemukan berbagai artefak yang mereka katakan menunjukkan kehadiran seorang perempuan Amerika di jaman itu - termasuk kotak berisi peralatan riasan wajah dari tahun 1930-an, pelembab perempuan AS yang populer, dan ritsleting jaket.

Hak atas foto TIGHAR
Image caption Ric Gillespie dan timnya menggali di pulau Nikumaroro, lokasi jatuhnya pesawat Earhart.
Hak atas foto TIGHAR
Image caption Tim menemukan pisau yang cocok dengan yang disebutkan dalam inventaris Earhart.

Gillespie juga mengutip waktu dan lokasi panggilan darurat radio yang dikirim oleh Earhart setelah pesawatnya turun. Ia mengatakan panggilan itu dikirim "malam demi malam" - yang menunjukkan pesawat itu berada di darat, bukan di air - karena jika pesawat radionya basah, mereka tidak akan berfungsi.

"Setelah enam malam sinyal radio berhenti," katanya kepada BBC. "Kami sekarang berpikir itu karena pesawat tersebut mendarat di terumbu karang di sekitar pulau, yang rata, mulus - mengering saat air laut surut. Tapi air pasang masuk dan keluar, dan pada malam keenam (yang ia yakini) pesawat terbawa ombak ke laut oleh arus pasang surut.

"Jadi, saat pesawat tempur dari kapal terbang terbang ke pulau itu seminggu kemudian, tidak ada pesawat lain yang terlihat."

Tim penyelamat tidak menemukan apapun di laut lepas, dan mereka menyimpulkan bahwa pesawat yang ditumpangi Earhart dan Noonan telah tenggelam tanpa meninggalkan jejak.

Misteri yang belum terpecahkan

Pihak dokumenter sejarah menyimpulkan Earhart ditahan oleh tentara Jepang, kemudian diasingkan dan akhirnya meninggal sebagai tawanan perang, hal itu didasarkan pada foto baru di Kepulauan Marshall.

Kepulauan Marshall diserahkan dari tangan Jerman ke Jepang selama Perang Dunia Pertama, dan menjelang serangan 1941 di Pearl Harbor menjadi pos militer penting bagi Tokyo.

Arsip Jepang tidak memiliki catatan tentang Earhart sebagai tahanan - namun dengan banyaknya dokumen yang hilang dari arsip ini, ini tidak harus membuktikan bahwa ceritanya salah.

Pada saat yang sama, penemuan satu foto yang mungkin atau mungkin tidak menunjukkan dua pilot yang hilang kemungkinan akan menambah misteri ketimbang memecahkannya.

Topik terkait

Berita terkait