Dua pesawat pengebom AS latihan tempur dekat wilayah Korut

korea Hak atas foto Getty Images
Image caption Pesawat pengebom B-1B Lancer (paling atas) milik Amerika Serikat didampingi dua pesawat tempur Korea Selatan saat melakoni latihan tempur, pada Sabtu (08/07).

Sebanyak dua pesawat pengebom Amerika Serikat melakoni latihan serangan di dekat zona demiliterisasi yang menjadi perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Armada Angkatan Udara AS di kawasan Pasifik mengatakan dua pesawat B-1B Lancer didatangkan dari Pangkalan Andersen di Guam ke wilayah Korsel guna menjalani misi latihan selama 10 jam bersama sejumlah pesawat tempur Korsel dan Jepang.

Misi latihan itu, menurut Angkatan Udara AS sebagaimana dikutip kantor berita AFP, merupakan respons terhadap "serangkaian aksi Korea Utara yang kian bereskalasi, termasuk rudal balistik antar benua".

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan kedua pesawat pengebom terbang mendekati zona demiliterisasi—yang memisahkan Korsel dan Korut—dan masing-masing menjatuhkan bom seberat 900 kilogram demi menghancurkan tempat peluncuran rudal balistik milik musuh.

Hak atas foto EPA
Image caption Pesawat tempur Jepang (kiri bawah) mendampingi dua pesawat pengebom B-1B Lancer milik AS yang didatangkan dari Pangkalan Andersen di Guam.

Skenario latihan juga melibatkan empat pesawat tempur Korsel yang berupaya melancarkan serangan terhadap pos komando musuh di bawah tanah.

Militer Korsel mengatakan melalui latihan itu Korsel dan AS ingin menunjukkan "determinasi kuat untuk menghukum musuh atas aksi-aksi provokatifnya dan memperlihatkan kemampuan menghancurkan pos-pos komando musuh".

Letnan Jenderal Thomas Bergeson, selaku wakil komandan pasukan AS di Korsel, mengatakan misi itu menunjukkan bahwa AS dan sekutu-sekutunya "siap menggunakan kemampuan secara penuh untuk mempertahankan dan menjaga keamanan Semenanjung Korea".

Selain latihan perang, Badan Pertahanan Rudal AS mengatakan bakal segera menguji sistem anti-rudal balistik di Alaska.

Hak atas foto KCNA/Reuters
Image caption Tatkala AS dan Korea Selatan berlatih perang, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memperingati 23 tahun kematian kakeknya, Kim Il Sung, di Pyongyang.

Rencana langkah ini mengemuka setelah Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan AS akan mempertimbangkan untuk menggunakan "kekuatan militer yang besar" terhadap Korut menyusul uji coba rudal balistik antar benua pada Selasa (04/07).

Kantor berita Korut, KCNA, mengutip Kim Jong-un yang berkata uji coba itu adalah "hadiah" bagi rakyat AS yang merayakan Hari Kemerdekaan.

Pyongyang menyatakan rudal ICBM Hwasong-14 telah mencapai ketinggian 2.802 kilometer dan melesat sejauh 933 kilometer selama 39 menit sebelum mengenai sasaran di laut.

Berita terkait