KTT G20 sepakat lanjutkan Kesepakatan Paris, walaupun AS menolak

KTT 20 Hak atas foto Getty Images
Image caption Unjuk rasa di sela-sela KTT G20 dilatari sikap Presiden AS Trump yang mundur dari Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.

Para pemimpin yang menghadiri KTT G20 di Jerman telah memperbarui komitmen untuk melaksanakan kesepakatan Paris tentang perubahan iklim, walaupun AS mencabut dukungannya.

Pembahasan mengenai perubahan iklim ini sempat buntu pada hari terakhir, tetapi akhirnya berhasil dicapai kesepakatan.

Mereka mengakui sikap AS yang mundur dari kesepakatan Paris, tetapi tidak mengurangi komitmen negara-negara lainnya.

Kompromi diantara pemimpin G20 dalam pertemuan di Hamburg, Jerman, setelah terjadi unjuk rasa yang berakhir dengan tindak kekerasan di kota itu.

Pernyataan resmi KTT G20 yang diumumkan pada Sabtu (08/07) mengatakan: "Kami mencatat keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari Persetujuan Paris."

Namun demikian, para pemimpin G20 lainnya menyatakan kesepakatan yang dilakukan negara-negara dunia untuk membatasi kenaikan suhu global "tidak dapat diubah".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Demonstrasi yang berujung pada aksi kekerasan mewarnai pertemuan para pemimpin negara-negara anggota G20 di Hamburg, Jerman.

Dalam konferensi pers penutupnya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia masih menyesalkan sikap Presiden Trump terhadap kesepakatan Paris, tetapi dia "bersyukur" 19 negara lainnya menentang upaya negosiasi ulang.

Pernyataan bersama itu juga mengatakan bahwa AS akan "berusaha bekerja sama dengan negara lain untuk membantu mereka mengakses dan menggunakan bahan bakar fosil dengan lebih bersih dan efisien".

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron tetap berharap bisa meyakinkan Presiden Trump untuk mengubah pikirannya, dengan mengatakan: "Saya tidak pernah putus asa untuk meyakinkannya karena saya pikir ini adalah tugas saya."

Dia mengumumkan Paris akan menjadi tuan rumah KTT lainnya pada 12 Desember yang diharapkannya dapat membuat kemajuan lebih lanjut dalam kesepakatan iklim serta masalah pembiayaannya.

Berita terkait