AS akan tetap berlakukan sanksi atas Rusia, tegas Presiden Trump

Putin, Trump, Rusia, AS Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Rusia, Vladimr Putin (kiri), bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, di sela-sela pertemuan puncak G20 di Hamburg, Jerman.

Sanksi Amerika Serikat atas Rusia terkait dengan aneksasi Krimea masih akan tetap diberlakukan, tegas Presiden Donald Trump.

Hal itu ditegaskannya lewat pesan Twitter setelah bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela pertemuan pundak G20 di Hamburg, Jerman, akhir pekan lalu.

Trump mengatakan akan terlalu prematur untuk mempertimbangkan pengenduran 'sampai masalah Ukraina dan Surah terselesaikan'.

Dia juga menambahkan akan bekerja secara 'konstruktif' setelah pekan lalu bertemu dengan Presiden Putin.

Sementara itu Rusia menegaskan tidak akan mengubah kebijakannya di Ukraina dan Suriah karena sanksi tersebut.

"Kebijakan kami di Suriah dan Ukraina tidak pernah dan tidak akan ditentukan oleh tekanan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat," kata juru bicara parlemen untuk urusan internasional, Konstantin Kosachev.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan AS atas Rusia tidak ditentukan oleh persyaratan hubungan internasional namun oleh 'zig zag dari kebijalan dalam negeri AS dan konfrontasi antara Trump dan Kongres."

Image caption Seorang jubir parlemen Rusia mengatakan kebijakan AS atas Rusia ditentukan oleh 'zig zag dari kebijalan dalam negeri AS dan konfrontasi antara Trump dan Kongres."

Sementara itu gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan Rusia di kawasan barat daya Suriah berjalan dengan baik sepanjang Minggu (09/07).

Para pegiat yang mengamati kawasan itu mengatakan tidak ada pertarungan maupun serangan udara dan beberapa kelompok pemberontak mengukuhkan suasannya tenang.

Perundingan sebagian ini tercapai menjelang babak baru perundingan damai yang Suriah disponsori PBB di Jenewa, Swiss, yang akan dimulai Senin (10/07).

Hak atas foto Reuters
Image caption Rusia menegaskan tidak akan mengubah kebijakannya atas Ukraina dan Suriah.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, yang sedang berkunjung ke Ukraina, Minggu (09/07), sudah meminta Rusia agar mengambil 'langkah pertama' untuk megakhiri konflik separatis di sana.

Dia mengatakan bahwa sanksi atas Rusia akan tetap 'sampai Moskow membalikkan tindakan-tindakan mereka'.

Perang di Ukraina -dengan aneksasi Rusia atas Krimea pada tahun 2014- dan dukungan militer pemerintah Moskow atas Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menyebabkan ketegangan antara kedua negara.

Bulan lalu para Senator Amerika Serikat dengan suara bulan memberlakukan sanksi baru atas Rusia terkait dengan campur tangan atas pemilihan presiden tahun lalu. Mereka juga sepakat untuk mempercepat proses yang membuat Kongres bisa menghambat setiap usaha dari Presiden Trump untuk menurunkan sanksi itu.

Topik terkait

Berita terkait