Irak harus menghentikan kemunculan ISIS 'versi kedua'

mosul Hak atas foto TWITTER/@IRAQIPMO
Image caption Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi secara resmi mengumumkan kemenangan atas kelompok yang menyatakan diri sebagai ISIS di Kota Mosul, setelah bertempur selama sembilan bulan untuk menguasai kembali wilayah itu.

Komandan senior pasukan Amerika Serikat di Irak memperingatkan bahwa perang melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS belum berakhir, walaupun kemenangan "bersejarah" sudah diumumkan di Mosul.

Letnan Jenderal Stephen Townsend mengatakan kepada BBC bahwa masih ada petempur ISIS di Irak.

Dia mengatakan pemerintah Irak saat ini harus merangkul kaum Sunni Irak untuk ikut berperan menghentikan langkah kelompok tersebut agar tidak memperbaharui diri.

"Jika kita ingin menjaga agar tidak muncul ISIS versi kedua, pemerintah Irak harus melakukan sesuatu yang berbeda," katanya.

"Mereka harus merangkul dan berdamai dengan penduduk Sunni, dan membuat mereka merasa terwakili dengan pemerintahan di Baghdad."

Hak atas foto THOMAS WATKINS/AFP/GETTY IMAGES
Image caption Letnan Jenderal Stephen Townsend mengatakan kepada BBC bahwa masih ada petempur ISIS di Irak.

Sebelumnya, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi secara resmi mengumumkan kemenangan atas kelompok yang menyatakan diri sebagai ISIS di Kota Mosul, setelah bertempur selama sembilan bulan untuk menguasai kembali wilayah itu.

Dikelilingi tentara Irak yang terlihat bergembira, Abadi mengibarkan bendera nasional Irak seraya mengumumkan "runtuhnya negara teroris yang penuh kebohongan".

Dalam pertempuran merebut Mosul yang disebut sebagai pertempuran paling sengit sejak Perang Dunia Kedua, pasukan pemerintah Irak mendapat bantuan koalisi pimpinan AS baik di udara maupun darat.

Hak atas foto AFP
Image caption Para perwira militer Irak meyakini bahwa saat ini hanya tersisa lusinan anggota militan ISIS yang bertahan bersama istri dan anak-anaknya, yang digunakan sebagai perisai manusia.

Di tempat terpisah, Presiden AS Donald Trump mengirim ucapan selamat kepada rekannya dari Irak, dengan mengatakan bahwa Mosul telah "dibebaskan dari mimpi buruknya yang panjang di bawah cengkeraman ISIS".

"Kami meratapi ribuan orang Irak yang dibunuh secara brutal oleh ISIS dan jutaan rakyat Irak yang menderita," kata Trump dalam sebuah pernyataan, dan berjanji untuk mencarikan jalan untuk melakukan "penghancuran total" terhadap kelompok militan.

Koalisi pimpinan AS mengkonfirmasi bahwa wilayah kota tua Mosul masih harus dibersihkan dari bom yang belum meledak dan kemungkinan masih ada petempur ISIS yang bersembunyi.

Sementara, pasukan keamanan Irak mengklaim bahwa Mosul "berada di bawah kendali mereka".

Pada Minggu (09/07), Abadi harus menunda pengumuman "pembebasan" Mosul karena masih ada perlawanan dari kelompok ISIS di kota tua Mosul, persisnya di kawasan di sekitar Sungai Tigris.

Para perwira militer Irak meyakini bahwa saat ini hanya tersisa lusinan anggota militan ISIS yang bertahan bersama istri dan anak-anaknya, yang digunakan sebagai perisai manusia.

Sampai Senin (10/07), masih terdengar suara tembakan dan ledakan dari kiawasan tersebut.

Akibat pertempuran, Kota Mosul mengalami kehancuran dan PBB memperkirakan lebih dari 5.000 bangunan telah rusak dan sedikitnya 490 bangunan hancur di kawasan kota tua Mosul.

Hak atas foto AFP
Image caption Kota Mosul mengalami kehancuran dan PBB memperkirakan lebih dari 5.000 bangunan telah rusak dan sedikitnya 490 bangunan hancur di kawasan kota tua Mosul.

Berita terkait