Wisata ke wilayah bekas gempa di Italia

Desa Castelluccio Hak atas foto Getty Images
Image caption Bangunan-bangunan tua yang roboh atapnya akibat gempa bumi dibiarkan dan tidak diperbaiki.

Dari kejauhan Castelluccio, kota yang berada di atas puncak bukit yang indah di tengah-tengah salah satu dataran paling terkenal di Italia, Piano Grande, masih terlihat sama seperti 1.000 tahun silam.

Namun jika melihatnya dari bagian bawah jalanan di desa itu, Anda bisa melihat bangunan-bangunan yang hancur serta atapnya roboh, suasana yang lebih mengingatkan kita pada sebuah zona perang ketimbang pedesaan Umbria.

Hampir setahun sejak gempa bumi yang menghancurkan kawasan pusat Italia ini, para pengunjung baru bisa diizinkan masuk ke kawasan yang disebut "zona pelangi" dekat Castellucio, meski bukan hanya desa itu sendiri yang terdampak.

Zona merah menandai kawasan-kawasan yang masih dianggap terlalu berbahaya untuk dikunjungi, namun ada sebuah pengecualian yang dibuat agar orang-orang dapat melihat "La Fioritura". Ini adalah pertunjukan spektakuler berupa bunga-bunga liar di padang rumput Piano Grande.

Kami bergabung dengan konvoi 40 kendaraan yang membawa kami ke pegunungan Sibillini.

Kami melewati desa-desa yang terdampak berbagai gempa yang melanda kawasan ini, yaitu pertama pada Agustus 2016 lalu dan kembali diguncang dua bulan berikutnya.

Image caption Hamparan bunga-bunga cornflower dan poppy menghiasi kawasan seluas 16 km persegi yang dikelilingi pegunungan Sibillini.

Desa-desa ini seperti baru saja dilanda gempa, bukan hampir setahun yang lalu. Sebagian besar orang-orang yang tinggal di sana telah dipindahkan ke berbagai hotel di pantai.

Kami meninggalkan mobil kami di atas punggung bukit yang tinggi dan berjalan kaki selama dua jam ke sebuah dataran luas, memandang puncak Monte Vettore, yang menandai batas antara Umbria dan Le Marche.

Image caption Gempa bumi mengguncang kawasan ini sebanyak dua kali pada Agustus dan September 2016.

Sebuah retakan terlihat menganga di bagian lereng gunung yang muncul setelah gempa bumi.

Saat kami turun dari bukit, nampak hamparan bunga berwarna-warni yang luar biasa, mengingatkan pada lukisan impresionis.

Image caption Retakan di atas gunung, nampak menganga di lereng perbukitan.

Padang rumput berwarna merah dengan tanaman bunga poppy, adapun yang berwarna biru cerah memantul dari bunga cornflower. Kami diberi tahu, biasanya ada 10.000 pengunjung setiap hari yang memotret kemegahan Fioritura. Tahun ini jumlahnya ratusan.

Di padang rumput terdapat lebih banyak sarang lebah ketimbang orang-orang.

Image caption Padang rumput Piano Grande terlihat sangat sepi tahun ini.

Kawasan padang rumput Piano Grande seluas 16 km persegi merupakan lahan yang sangat luas dan dikelilingi oleh perbukitan.

Di sinilah para petani Castelluccio menanam tanaman lentil atau sejenis kacang-kacangan, tanaman yang dikenal di kalangan pecinta makanan di seluruh dunia.

Tahun ini mereka hanya diizinkan datang bila bersama rombongan untuk mempersiapkan musim depan. Tak ada seorang pun yang diizinkan masuk ke dalam wilayah yang disebut telah menjadi desa hantu. Dulu merupakan desa berpenghuni tertinggi di Italia dengan ketinggian 4.760 kaki.

Lorenzo Caponecchi menjual lentil dan kacang polong liar di sebuah kios di pinggir jalan.

Saya bertanya-tanya mengapa perlu waktu untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur itu. Apakah karena ini adalah bangunan tua atau apakah ada masalah dengan dana?

Image caption Lorenzo Caponecchi menjual lentil dan kacang polong liar di sebuah kios di pinggir jalan.

Tidak, kata Monia Falzetti, kekasih Lorenzo menjawab dengan marah. "Ini negara dan politisi. Ada banyak uang dari Uni Eropa tapi kami tidak melihat semua itu."

Mantan penghuni Castelluccio lainnya sangat marah karena kurangnya bantuan, karena mereka percaya pengunjung seharusnya tidak diizinkan masuk ke Piano Grande.

Ini adalah wisata puing-puing, kata mereka.

Image caption Wisata puing-puing? Atap-atap rumah yang roboh di desa Trisungo

Tapi walikota setempat mengatakan kepada La Repubblica bahwa bunga-bunga Piano Grande bukan hanya milik orang-orang Castelluccio. Mereka adalah warisan dunia dan, selain itu, lebih banyak pariwisata yang membantu ekonomi lokal.

Berdampingan di lembah unik ini, Anda bisa melihat keindahan alam yang paling spektakuler, namun juga kekuatan alam yang paling merusak.

Dalam waktu sekejap, rumah-rumah yang telah berdiri selama ratusan tahun, roboh begitu saja akibat gempa dan kembali menjadi bebatuan.

Topik terkait

Berita terkait