Mahasiswa seni Israel mencuri benda kamp Auschwitz

Tanda "Arbeit Macht Frei" atau Kerja akan Membebaskan Anda di gerbang utama kamp konsentrasi Nazi Auschwitz di Oswiecim, Polandia. Hak atas foto Reuters
Image caption Lebih dari satu juta orang, kebanyakan keturunan Yahudi, terbunuh di Auschwitz.

Seorang pelajar seni Israel yang kakek-neneknya selamat dari Holokos mengakui telah mencuri benda dari museum kamp Auschwitz untuk tugas seninya.

Rotem Bides mengunjungi kamp Nazi di Polandia itu beberapa kali dan mengambil beberapa barang, termasuk tanda yang melarang orang mengambil apapun.

Dia mengatakan pada koran Israel bahwa dia khawatir bahwa seiring waktu berjalan, Holokos akan "berubah menjadi sekadar mitos".

Museum Auschwitz-Birkenau mengatakan aksi si pelajar tersebut "membuat marah".

Hak atas foto Twitter

Museum juga menuntut kembalinya objek-objek tersebut.

Lebih dari satu juta orang, kebanyakan orang keturunan Yahudi, terbunuh di Auschwitz pada Perang Dunia Dua.

Objek-objek yang diambil dari Auschwitz termasuk pecahan kaca, mangkuk kecil, sekrup besi dan tanah, yang menjadi bagian dari proyek akhir mahasiswa 27 tahun tersebut di Yerusalem, menurut koran Yedioth Ahronoth.

Bides mengatakan pada koran tersebut bahwa pencurian ini "sesuatu yang harus dia lakukan".

"Jutaan orang dibunuh berdasarkan hukum moral suatu negara, di bawah suatu rezim," katanya pada koran tersebut.

"Dan jika ini adalah hukumnya, saya bisa ke sana dan bertindak sesuai hukum saya sendiri. Saya tidak mengatakan bahwa saya dibolehkan melakukan itu karena kakek saya berada di Auschwitz. Saya hanya menyampaikan pertanyaan itu. Saya khawatir bahwa setelah semua penyintas ini meninggal, Holokos akan berubah menjadi mitos, sesuatu yang tak bisa saya bayangkan."

Pengawas Bides di Universitas Beit Berl, seniman Israel Michal Na'aman, mengatakan pada koran yang sama bahwa dia "tidak melihat ada yang salah dengan tindakan Bides".

"Saya melihatnya begini, dia sukses dalam menciptakan pertemuan yang unik antara seni dan peristiwa yang sudah berlalu dan dibungkus dengan banyak kata-kata, simbol dan representasi," kata Na'aman.

"Sulit untuk membayangkan bahwa pencurian ini dibenarkan, meski lewat seni, dan bisa dilihat sebagai upaya untuk mendapat perhatian," kata museum Auschwitz-Birkenau lewat sebuah pernyataan.

Auschwitz sudah beberapa kali mengalami pencurian benda-bendanya. Pada 2011, pegawai pemerintahan daerah di Israel mengambil beberapa benda yang berada di lantai di dekat lemari pajangan - namun kemudian benda-benda itu ditemukan oleh petugas bandara Krakow.

Moti Posloshani, anak laki-laki dari seorang penyintas Holokos, kemudian mengatakan pada Yedioth Ahronoth bahwa dia ingin "menjaga" objek-objek tersebut dan mungkin menyerahkannya ke Yad Vashem, museum peringatan Holokos di Yerusalem.

Dan pada 2009, tulisan "Arbeit macht frei" ("Bekerja akan membebaskan" dalam bahasa Jerman) di gerbang masuk Auschwitz diambil oleh pencuri - namun kemudian berhasil kembali.

Topik terkait

Berita terkait