Indonesia kutuk tindakan Israel dalam kericuhan di Jerusalem

palestina Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Para kerabat mendiang Mohammed Abu Ghannam, yang tewas ditembak dalam bentrokan dengan aparat Israel, berduka saat mengantarkan jenazah ke permakaman.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri "mengutuk tindakan kekerasan pihak keamanan Israel" yang menyebabkan kematian tiga warga Palestina di Jerusalem Timur.

Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan "menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan terhadap jemaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al Aqsa."

"Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengambil langkah untuk memberhentikan tindak kekerasan keamanan Israel di Kompleks Masjid Al Aqsa. Indonesia juga telah mendesak agar OKI dapat segera lakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al Aqsa," sebut pernyataan Kemenlu RI.

Kepada pemerintah Israel, Kemenlu RI "mengingatkan" bahwa Masjid Al-Aqsa harus dapat diakses semua umat Muslim.

Pernyataan itu mengemuka setelah tiga warga Palestina tewas dibunuh saat bentrokan dengan aparat keamanan di Jerusalem Timur dan Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun tewas ditembak di sebuah kawasan permukiman Jerusalem Timur dekat lokasi bentrokan. Otorita Palestina tidak merinci pihak mana yang berada di balik penembakan tersebut.

Individu kedua meninggal dunia setelah mengalami luka berat dalam bentrokan. Adapun pria ketiga, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, tewas seusai ditembak di bagian dada di kawasan Abu Dis, Tepi Barat.

Ketiga korban berjatuhan tatkala ribuan polisi Israel dikerahkan ke kompleks Haram al-Sharif, yang menampung Masjid Al Aqsa. Mereka melarang semua laki-laki yang berusia di bawah 50 tahun untuk mengikuti salat Jumat di kompleks yang juga dikenal sebagai Temple Mount bagi pemeluk Yahudi.

Hak atas foto EPA
Image caption Aparat Israel mengawasi warga Palestina yang melaksanakan salat Jumat di luar kawasan Haram al-Sharif.

Kepolisian Israel mengklaim telah menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina yang melemparkan batu dan berupaya menembus barikade.

Bentrokan juga terjadi di bagian lain Jerusalem Timur, tepatnya di pos Qalandia yang memisahkan antara Ramallah dan Jerusalem serta di pintu masuk utara Bethlehem..

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sedikitnya 400 warga Palestina terluka, 92 di antara mereka dibawa ke rumah sakit.

Di pihak Israel, empat polisi cedera. Dalam insiden terpisah, tiga warga Israel ditikam hingga tewas setelah seseorang memasuki kawasan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Pelaku belakangan ditembak aparat Israel.

Akibat rangkaian insiden ini, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menegaskan telah membekukan segala hubungan dengan Israel sampai langkah pengamanan dicabut dan detektor logam ditarik dari kawasan Haram al-Sharif.

Ketegangan bermula ketika tiga warga Israel keturunan Arab menembak mati dua polisi Israel, pekan lalu. Pelaku belakangan ditembak mati.

Namun, aparat keamanan Israel menanggapi insiden itu dengan memasang detektor logam di kawasan Haram al-Sharif karena mereka mengklaim senjata-senjata yang digunakan untuk menembak polisi diselundupkan ke kompleks tersebut.

Berita terkait