Timor Leste gelar pemilu legislatif, partai Xanana Gusmao diunggulkan

timor Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang ibu memasukkan kertas suara pemilihan umum legislatif Timor Leste di Dili, Sabtu (22/07).

Timor Leste telah menggelar pemilihan umum legislatif pada Sabtu (22/07) yang berhak diikuti sedikitnya 750.000 orang.

Berbeda dengan pemilihan umum pada Maret lalu yang menghasilkan Francisco "Lu Olo" Guterres sebagai presiden, pemilihan kali ini bertujuan memilih 65 individu untuk menduduki kursi parlemen.

Kertas-kertas suara dari 1.118 tempat pemungutan suara yang tersebar di seantero Timor Leste juga akan menentukan sosok perdana menteri guna menggantikan Rui Maria de Araujo.

Hak atas foto Reuters
Image caption Lebih dari 750.000 orang berhak menentukan suara mereka dalam pemilihan umum legislatif Timor Leste.

Hasil resmi pemilihan kali ini diperkirakan akan diumumkan pada 6 Agustus 2017 mendatang.

"Saya harap partai yang memenangkan pemilihan ini akan membangun Timor Leste lebih baik dari sebelumnya. Saya hanya ingin semuanya berjalan mulus, damai, dan tidak ada konflik di negara ini," kata salah seorang pemilih bernama Maria Magdalena, 28, kepada kantor berita Reuters.

Sejumlah analis memperkirakan pemilihan legislatif tersebut akan dimenangkan Partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT) yang didirikan presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao.

"Setelah satu bulan yang melelahkan, saya percaya kami akan menang. Jika kami menang, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini," ujarnya kepada wartawan seusai memilih.

Xanana menambahkan, CNRT akan melanjutkan pembangunan yang berfokus pada pertanian dan pariwisata selain sektor minyak dan gas.

Hak atas foto Reuters
Image caption Xanana Gusmao memimpin Partai CNRT yang diunggulkan dalam pemilihan umum legislatif Timor Leste.

Selain CNRT, partai yang diunggulkan dalam pemilihan legislatif kali ini adalah Fretilin, yang merupakan parpol afiliasi Presiden Francisco "Lu Olo" Guterres.

Ada pula Partai Pembebasan Rakyat yang didirikan mantan presiden, Taur Matan Ruak. Dalam kampanyenya partai itu berjanji akan mengeluarkan anggaran lebih banyak untuk pendidikan dan memulai program wajib militer.

Para pengamat mengatakan tantangan bagi pemerintah mendatang adalah mengurangi ketergantungan Timor Leste dari penerimaan minyak dan menambah pemasukan dari sumber-sumber lain seperti pertanian dan manufaktur.

Sektor energi menghasilkan sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto pada 2014 dan lebih dari 90% pendapatan negara.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Para pendukung Partai Fretilin dalam kampanye sebelum pemilihan umum legislatif Timor Leste.

Topik terkait

Berita terkait