Detektor logam di situs suci Yerusalem 'dapat disingkirkan'

Israel Palestina Hak atas foto EPA
Image caption Aparat keamanan Israel mengawasi warga Palestina yang tengah melakukan salat Jumat luar kawasan Haram al-Sharif.

Israel berkeinginan untuk mempertimbangkan menggunakan alat pemeriksaan alternatif untuk menggantikan detektor logam yang kontroversial di situs suci Yerusalem, jelas pejabat senior negara itu.

Mayjen Yoav Mordechai meminta pada dunia Muslim untuk memberikan usulan.

Israel menempatkan detektor setelah dua polisi Israel tewas di dekat lokasi tersebut pada awal bulan ini.

Langkah itu memicu kemarahan warga Palestina, yang menuduh Israel berupaya untuk menguasai tempat suci itu.

Ketegangan di situs, yang dikenal oleh Muslim sebagai Haram al-Sharif dan Yahudi sebagai Bukit Bait Suci telah meningkat beberapa hari terakhir.

"Kami berharap bahwa Yordania dan negara Arab lainnya dapat memberikan masukan terhadap solusi keamanan terhadap (masalah) ini," kata Mayjen Mordechai kepada BBC bahasa Arab, merujuk pada detektor logam.

"Apakah solusinya elektronik, siber atau teknologi modern: Israel siap untuk sebuah solusi. Kami butuh sebuah solusi keamanan; bukan politik ataupun religius."

Editor Timur Tengah BBC World Service, Alan Johnston mengatakan ini merupakan pernyataan ini menunjukkan Israel melunak terhadap kebijakan tersebut.

Sabtu (22/07) lalu bentrokan terjadi antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel. Setidaknya empat warga Palestina tewas dalam protes yang berlangsung selama dua hari.

Pada Jumat, tiga orang warga sipil Israel tewas akibat ditusuk di permukiman dekat Ramallah di Tepi Barat.

Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan pada Senin untuk membahas cara untuk mengatasi kekerasan.

Topik terkait

Berita terkait