Israel bongkar detektor logam di Kompleks al-Haram setelah jajak pendapat di kabinet

Petugas keamanan Israel mulai membongkar detektor logam di kompleks al-Haram tadi malam. Hak atas foto Reuters
Image caption Petugas keamanan Israel mulai membongkar detektor logam di kompleks al-Haram tadi malam.

Pemerintah Israel mencopot detektor logam di kawasan suci Kompleks al-Haram, Yerusalem dan akan menggantinya dengan alat pengawasan yang tidak mencolok.

Kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui langkah tersebut pada jajak pendapat, Selasa (25/07).

Ketegangan meningkat setelah tewasnya dua petugas polisi Israel pada 14 Juli lalu di situs yang dikenal dengan nama Temple Mount bagi Yahudi dan Haram al-Sharif (Kompleks al-Haram) bagi Muslim.

Utusan PBB untuk Timur Tengah telah memperingatkan bahwa ketegangan berisiko menyebar "jauh melampaui" kota kuno itu.

Pernyataan dari kantor Netanyahu mengatakan bahwa kabinet keamanan menerima "rekomendasi dari semua badan keamanan untuk mengganti pemeriksaan menggunakan detektor logam menjadi pemeriksaan menggunakan teknologi canggih dan cara lainnya".

Sekitar 100 juta shekel (Rp374 miliar) telah dialokasikan untuk membiayai peralatan baru dan tambahan petugas polisi, kata pernyataan itu.

Pihak berwenang Israel sebelumnya mengatakan bahwa detektor logam dibutuhkan karena para pelaku penembakan petugas polisi menyelundupkan senjata ke Kompleks al-Haram.

Namun keputusan tersebut memicu protes.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pengunjuk rasa Palestina berdiri di depan polisi dan detektor logam.

Pada Jumat (21/07), tiga warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel ketika ribuan orang berunjuk rasa di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Tak lama kemudian pada hari yang sama, tiga warga sipil Israel ditusuk hingga tewas dan satu lagi terluka oleh seorang warga Palestina yang masuk tanpa diundang ke sebuah rumah di permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Kompleks al-Haram atau Temple Mount di Kota Tua Yerusalem merupakan kawasan suci bagi kaum Yahudi dan Muslim. Yahudi mengagungkan kawasan itu sebagai lokasi dua kuil yang disebut dalam injil dan sebagai tempat paling suci menurut agama Judaisme. Ia juga merupakan kompleks masjid al-Aqsa, tempat suci ketiga dalam Islam.

Kawasan yang terletak di Yerusalem Timur itu telah diduduki Israel sejak perang di Timur Tengah pada 1967.

Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nikolay Mladenov telah mengatakan bahwa ketegangan harus sudah mereda sebelum salat Jumat pekan ini, kalau tidak sengketa akan makin meningkat dan bisa memicu ketegangan di seluruh negara Muslim.

Berita terkait