Israel larang jamaah di bawah usia 50 tahun masuk ke Masjid Al Aqsa

Aparat keamanan Israel Hak atas foto JIM HOLLANDER/EPA

Israel melarang jamaah salat Jumat di bawah usia 50 tahun masuk ke kompleks Haram Al Sharif atau dikenal dengan nama Bukit Bait oleh umat Yahudi.

Di kompleks yang dianggap sebagai tempat suci bagi umat Islam maupun Yahudi ini terdapat Masjid Al Aqsa.

Pembatasan usia jamaah yang diizinkan masuk ke kompleks Haram Al Sharif untuk menunaikan salat Jumat pada Jumat (28/07), kata pihak berwenang Israel, dilakukan karena ada indikasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan demonstrasi.

"Hanya laki-laki di atas usia 50 tahun yang dizinkan dan perempuan semua golongan umur juga diizinkan." Demikian pernyataan kepolisian Israel sebagaimana dikutip oleh kantor berita AFP.

Selain membatasi usia jamaah, polisi juga menutup semua jalan di Kota Tua, Jerusalem, lapor wartawan BBC Tom Bateman.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pemuda Palestina tertahan di jalan yang diblokir polisi Israel untuk menuju ke kompleks Haram Al Sharif.

Salat Jumat warga Palestina di Masjid Al Aqsa hari ini adalah yang pertama kalinya dalam dua pekan terakhir setelah sebelumnya mereka memprotes pemasangan detektor logam dan kamera pengawas, menyusul tewasnya dua polisi Israel di kompleks ini.

Pihak berwenang Israel menyebutkan pemasangan alat pengaman itu diperlukan untuk mencegah penyelundupan senjata.

Pihak Palestina bersikeras pemasangan kamera dan detektor 'menghalangi akses mereka terhadap Masjid Al Aqsa' dan menuduh Israel 'berupaya menambah kontrol atas tempat suci 'itu. Oleh karena itu, mereka melakukan protes dengan mengadakan salat di jalan-jalan di sekitar kawasan suci di Kota Lama tersebut.

Israel membongkar peralatan tersebut pada Kamis (27/07) sehingga pada Jumat ini warga Palestina dapat melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Aqsa meskipun dengan pembatasan.

Topik terkait

Berita terkait