Pembunuhan Kim Jong-nam: Siti Aisyah akan diadili Oktober mendatang

Doan Thi Huong (left) and Siti Aisyah (right) outside court in Malaysia, surrounded by armed guards. 1 March 2017. Hak atas foto AP
Image caption Doan Thi Huong (kiri) dan Siti Aisyah (kanan) datang ke pengadilan dengan mengenakan jaket anti peluru.

Siti Aisyah, warga Indonesia yang dituduh membunuh kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam, akan menghadapi persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, pada Oktober mendatang.

Dalam sesi yang dihadiri Siti Aisyah dan warga Vietnam bernama Doan Thi Huong, Hakim Azmi Ariffin di Pengadilan Tinggi Shah Alam mengatakan sidang akan dimulai pada 2 Oktober dan berlangsung selama 23 hari.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, kedua perempuan tiba di pengadilan dengan memakai rompi antipeluru dan tangan diborgol.

"Saya memutuskan kedua kasus akan disidangkan secara bersamaan," ujar hakim, merujuk Siti Aisyah dan warga Vietnam, Doan Thi Huong.

Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Iskandar Ahmad, mengatakan sebanyak 30 hingga 40 orang akan dipanggil untuk bersaksi.

Adapun pengacara untuk Huong, Hisyam Teh Poh Teik, mengatakan hakim memutuskan untuk mendahulukan kesaksian kedua perempuan pada awal persidangan.

Hak atas foto AP
Image caption Kim Jong-nam hidup di luar Korea Utara sejak bertahun-tahun, dan tewas di bandara Kuala Lumpur.

Bersama dengan Doan, Siti dituduh membunuh Kim Jong-nam dengan mengusapkan zat beracun VX pada wajah cucu pendiri Korea Utara itu saat dia tengah menunggu pesawat di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Februari lalu.

Kasus Siti dan Doan sebelumnya telah dua kali disidangkan di pengadilan rendah Malaysia, pada Maret dan April lalu.

Namun, menurut Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Andreano Erwin, dalam sistem hukum di Malaysia sidang di pengadilan rendah berfungsi sebagai wahana pemaparan manajemen kasus atau tuduhan-tuduhan kepada terdakwa.

Setelah berkas yang disampaikan jaksa ini lengkap, maka sidang akan berlanjut ke pengadilan tinggi, dan di tingkat ini 'persidangan sesungguhnya' akan dimulai.

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong mengaku mereka diperdaya orang yang 'mirip orang Jepang atau Korea,' yang membayar mereka RM400, atau sekitar Rp1,2 juta untuk yang mereka sangka sebagai acara kelakar untuk televisi.

Selain Siti dan Doan, terdapat empat warga Korea Utara yang diyakini terlibat. Kepolisian Malaysia berupaya melacak mereka, namun mereka diduga telah melarikan diri dari Malaysia sesaat setelah pembunuhan berlangsung.

Untuk mendampingi Siti Aisya, Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur telah menunjuk seorang pengacara, Gooi Soon Seng.

Berita terkait