Kim Jong-un: 'Seluruh AS dalam jangkauan serangan Korea Utara'

North Korean leader Kim Jong-un reacts during test launch in undated photo released by North Korea's Korean Central News Agency on May 15, 2017 Hak atas foto Reuters
Image caption Kim Jong-un mengatakan keberhasilan itu menunjukkan kemampuan Korut untuk meluncurkan rudal ke manaq pun dan kapan pun.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa uji coba tersebut membuktikan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan mereka, lapor media pemerintah Korut.

Ia membanggakan keberhasilan uji coba terakhir rudal balistik antar benua mereka, yang digambarkan sebagai 'peringatan tegas' terhadap AS.

Peluncuran rudal antar benuia terakhir itu dilakukan tiga minggu setelah tes rudal ICBM pertama Korea Utara.

Presiden AS Donald Trump menyebutnya "tindakan terbaru dari rezim Korea Utara yang sembrono dan berbahaya."

Korea Utara mengatakan bahwa ICBM itu terbang selama lebih dari 47 menit dan mencapai ketinggian 3.724km.

Kantor berita pemerintah Korut, KCN, melaporkan: "Pemimpin (Kim Jong-un) mengatakan dengan bangga bahwa uji tersebut memastikan bahwa seluruh wilayah daratan AS berada dalam jangkauan serangan kami."

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa roket itu adalah Hwasong-14, model yang sama yang diuji Korea Utara pada 3 Juli.

Hak atas foto AFP
Image caption AS dan Korea Selatan melakukan latihan tembak-menembak dengan menggunakan rudal permukaan-ke-permukaan sebagai reaksi atas uji coba rudal antar benua Korut.

Laporan hari Jumat mengatakan rudal tersebut meluncur turun di laut lepas utara Jepang.

Sebagai reaksinya, militer AS dan Korea Selatan melakukan latihan tembak-menembak dengan menggunakan rudal permukaan-ke-permukaan, kata seorang pejabat departemen pertahanan AS.

Rudal-rudal tersebut ditembakkan ke "perairan teritorial Korea Selatan di sepanjang pantai timur," kata sebuah pernyataan militer AS.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo mengatakan bahwa mereka akan mempersiapkan langkah-langkah independen untuk menghentikan ancaman Korut, mempercepat penempatanh sistem anti rudal Thaad yang dipasok oleh AS.

Korut telah berulang kali menguji-coba rudal, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi PBB.

Pentagon mengatakan rudal terbaru diluncurkan pada pukul 23:41 waktu setempat (21:41 WIB) dari sebuah pabrik senjata di provinsi Jagang.

Belum jelas, mengapa Korea Utara meluncurkan rudal di malam hari - tidak seperti biasanya. Sebelumnya belum pernah pula ada peluncuran rudal dari provinsi Jagang, mengindikasikan bahwa ada lokasi peluncuran yang tidak diketahui sebelumnya oleh dunia.

ICBM bisa mencapai ketinggian hingga di luar atmosfer bumi. Dengan menggunakan lintasan tajam dengan ketinggian yang tinggi memungkinkan Korea Utara untuk menghindari penembakan di negara-negara tetangga.

AS, Jepang dan Korea Selatan keras mengecam langkah terakhir Pyongyang ini.

Hak atas foto KCNA

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan hal itu menunjukkan ancaman terhadap keamanan negaranya 'serius dan nyata,' sementara juru bicara Pentagon Jeff Davis mengatakan bahwa AS siap untuk membela negara mereka "dan sekutu kami dari segala bentuk serangan atau provokasi."

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melangsungkan sebuah pertemuan keamanan darurat di tengah malam.

Meskipun uji coba peluru kendali terus berlangsung, para ahli yakin bahwa Korea Utara belum memiliki kemampuan untuk memperkecil hulu ledak nuklir agar bisa dipasang pada rudal jarak jauh, dan memastikannya terlindung hingga mencapai sasaran.

Mereka mengatakan banyak rudal Korea Utara yang tidak dapat mencapai sasaran secara akurat.

Namun, yang lain percaya bahwa pada tingkat uji coba sekarang, Pyongyang dapat mengatasi masalah ini dan dalam tempo lima hingga 10 tahun bisa mengembangkan senjata nuklir yang dapat menyerang AS.

Berita terkait