Razia terkait teror, Turki tahan mantan tentara Inggris

Joe Robinson Hak atas foto Joe Robinson

Seorang pria Inggris ditangkap dalam sebuah operasi anti-teror saat ia berlibur di Turki.

Diketahui bahwa mantan prajurit militer Joe Robinson asal Leeds, dituduh telah berbagi materi di media sosial saat berada di Suriah bersama milisi Kurdi, YPG.

Robinson, 24 tahun, bersama tunangannya warga Bulgaria Mira Rojkan, dan ibu tunangannya, Veselina, ditahan dalam penyergapan polisi di resor wisata Didim, Turki barat.

Kementerian Luar Negeri mengatakan telah meminta akses kekonsuleran.

Polisi menyita telepon genggam, komputer dan perangkat digital lain milik mereka.

Mira Rojkan dan ibunya telah dibebaskan namun teman-temannya mengatakan kepada BBC bahwa Robinson masih ditahan dan akan dibawa ke pengadilan pada hari Senin (31/7) mendatang.

'Ingin anakku pulang'

Robinson, yang berasal dari Lancashire, menghabiskan lima bulan bertempur sebagai relawan bersama milisi Kurdi YPG melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan sudah mengungkapkan pengalamannya kepada wartawan dan dimuat di berbagai laporan media.

Meski YPG bukanlah kelompok terlarang di Inggris, Turki memandangnya sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Hak atas foto Joe Robinson
Image caption Robinson menghabiskan lima bulan bertempur sebagai relawan bersama milisi Kurdi YPG melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Menurut laporan di media Turki, penggrebekan polisi itu ditujukkan terhadap PKK.

Ibu Robinson, Sharon Chimejczuk, mengatakan kepada BBC: "Saya hanya ingin anak saya pulang ke rumah dengan selamat ".

"Dia tidak melakukan apa-apa selain membantu warga sipil yang tidak berdosa. Seluruh keluarganya prihatin atas keadaannya dan mendesak pihak berwenang Inggris untuk membantu membawanya pulang."

Mira Rojkan, yang tinggal bersama Robinson di Leeds, mengatakan bahwa dia sangat tertekan oleh pengalaman iyu. Dia mengatakan bahwa dia diizinkan untuk berbicara dengan tunangannya sejak penangkapannya dan merasa sangat khawatir.

Kepada kepada BBC, Mira Rokan mengatakan "Saya hanya ingin kekasih hidup saya kembali. Dia tidak menginginkan apa pun selain menolong orang. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu."

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan: "Kami mengetahui terjadinya penahanan seorang warga Inggris di Turki dan telah meminta akses konsuler."

Mark Campbell dari Kampanye Solidaritas Kurdistan mengatakan: "Sayangnya, Joe berlibur ke Turki tanpa menyadari sudah menjadi negeri seperti apa Turki sekarang ini."

"Turki terus mengkriminalisasi segala hal terkait Kurdi dan memenjarakan puluhan ribu orang Kurdi, termasuk anggota parlemen dan walikota terpilih, hanya karena mereka berkampanye secara damai untuk hak-hak rakyat Kurdi."

Image caption Ryan Lock, 20 tahun, dinyatakan telah meninggal di Raqqah saat bertempur sebagai relawan YPG.

Sejak ISIS merebut berbagai wilayah di Irak dan Suriah, melancarkan kekejaman brutal terhadap warga, menyandera orang asing dan memenggal sebagian di antaranya, banyak orang dari berbagai belahan dunia bergabung dalam sejumlah milisi Suriah dan Irak untuk melawan ISIS.

Salah satunya adalah Ryan Lock, 20 tahun, yang bulan Januari lalu dinyatakan telah meninggal di Raqqah saat bertempur sebagai relawan YPG.

Bahkan ada pula perempuan, seperti Kimberley dari Inggris dan Ivana Hoffman dari Jerman.

Berita terkait