Angka kelahiran Korea Selatan diproyeksikan turun ke tingkat terendah

Bayi Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemerintah Korea Selatan membelanjakan dana besar untuk mendorong tingkat kelahiran.

Pihak berwenang Korea Selatan mengatakan tingkat kelahiran di negara itu pada tahun ini diproyeksikan mencapai titik terendah dalam sejarah sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang penanganan penduduk tua di masa depan.

Meskipun ditempuh banyak cara untuk meningkatkan tingkat kelahiran, menurut para pejabat, tingkat kelahiran pada 2017 akan menjadi yang paling rendah dalam catatan sejarah negara itu.

Diproyeksikan sekitar 360.000 bayi dilahirkan selama tahun ini sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang dampak dari penduduk tua terhadap perekonomian.

Inilah untuk pertama kalinya jumlah kelahiran di Korea Selatan berada di bawah angka 400.000 per tahun.

Hak atas foto JUNG YEON-JE/AFP
Image caption Korea Selatan khawatir penurunan kelahiran akan berdampak buruk bagi perekonomian negara itu.

Dikhawatirkan rendahnya tingkat kelahiran dapat memangkas jumlah angkatan kerja dan mengerek biaya tunjangan kesejahteraan bagi penduduk tua sehingga mengancam potensi pertumbuhan ekonomi.

Selama 10 tahun terakhir, negara itu menghabiskan sekitar US$70 miliar atau sekitar Rp932 triliun untuk mendongkrak tingkat kelahiran. Dana itu antara lain digunakan untuk memberikan bonus kepada pasangan yang mempunyai bayi, menambah cuti bagi ayah yang baru mempunyai anak dan bahkan membayar perawatan untuk menangani infertilitas.

Rendahnya tingkat kelahiran, kata para pejabat, disebabkan oleh peningkatan pengangguran di kalangan angkatan kerja muda.

Namun para pasangan mengatakan penyebab mereka kesulitan mempunyai keluarga besar adalah kenaikan biaya hidup, termasuk meroketnya biaya perumahan dan pendidikan.

Kalangan perempuan juga merasa terhambat oleh kebijakan cuti melahirkan yang dinilai lemah dan para suami menolak membantu pekerjaan rumah, lapor redaktur BBC untuk Asia-Pasifik, Celia Hatton.

Tingkat kematian di Korea Selatan pada 2016 diperkirakan 5,8 orang per 1.000 penduduk, atau total sekitar 295.000.

Topik terkait

Berita terkait