Aktivis antiperwalian Arab Saudi dibebaskan dari tahanan

Maryam al-Otaibi Hak atas foto Twitter/@MERiAM_AL3TEEBE
Image caption Sebuah foto di media sosial oleh Maryam al-Otaibi menunjukan dokumen identitasnya dan sebuah slogan yang menyerukan diakhirinya sistem perwalian.

Seorang pegiat perempuan Arab Saudi yang berkampanye melawan pembatasan-pembatasan sistem perwalian pria telah dibebaskan setelah lebih dari 100 hari ditahan, ungkap berbagai laporan.

Dalam peristiwa yang dilihat para pegiat sebagai langkah penting, Maryam al-Otaibi juga dilaporkan telah dibebaskan tanpa adanya wali pria.

Di awal tahun ini, Raja Salman mengeluarkan perintah untuk memodifikasi peraturan-peraturan mengenai perwalian.

Sistem ini mengharuskan perempuan untuk mendapat izin pria untuk banyak kegiatan sehari-hari, seperti membuat paspor, berpergian ke luar negeri, menikah, dan juga keluar dari penjara.

Al-Otaibi, seorang aktivis dengan banyak pengikut di media sosial, mengambil bagian dalam sebuah kampanye melawan aturan-aturan perwalian yang membuat orang-orang meramaikan media sosial dengan hashtag #IAmMyOwnGuardian -saya adalah wali saya sendiri- menulis surat-surat kepada Raja Salman dan menandatangani sebuah petisi.

Namun anggota-anggota keluarganya yang pria tidak setuju dengan kegiatan ini, menurut Gulf Center for Human Rights (GCHR)

Al-Otaibi pindah sendiri ke ibukota Riyadh, tetapi ayahnya mengadukannya kepada polisi dengan dasar aturan sistem perwalian ini dan karenanya Maryam al-Otaibi pun ditangkap pada bulan April, kata GCHR.

Tidak lama sebelum penangkapannya, al-Otaibi berciut dia tidak mau "kembali ke neraka" dan menuduh polisi di kampung halamannya berkonspirasi dengan keluarganya untuk melawannya.

Selama 104 hari ditahan ia dipindahkan ke bagian perempuan di penjara al-Malaz di Riyadh, kata GCHR.

Pada bulan April lalu, Raja Salman memerintahkan badan-badan pemerintah untuk memperbolehkan perempuan mengakses layanan-layanan pemerintah tanpa persetujuan wali pria.

Di bulan yang sama, Dina Ali Lasloom, seorang perempuan Arab Saudi berumur 24 tahun, diberhentikan di bandara Manila di tengah upaya meninggalkan keluarganya dan memohon suaka di Australia.

Ia dikembalikan secara paksa ke Riyadh dengan sanak saudaranya dan tidak ada kabar selanjutnya. Kedutaan Arab Saudi di Manila mengatakan bahwa itu adalah 'urusan keluarga'.

Topik terkait

Berita terkait