Mengapa begitu banyak diplomat AS bekerja di Rusia?

Kedutaan AS Hak atas foto Getty Images
Image caption Ratusan orang bekerja untuk kedutaan Amerika Serikat di Rusia.

Ratusan orang bekerja untuk berbagai kepentingan AS di Moskow dan kota-kota Rusia lainnya. Apa yang mereka semua lakukan di sana?

Pada akhir pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan langkah balasan terhadap AS dengan mengusir lebih dari 750 orang staf diplomatik AS dari Rusia.

Ini adalah perkembangan mengejutkan dalam hubungan AS-Rusia, yang memperlihatkan ketegangan antara kedua negara yang muncul dari sanksi baru yang diberlakukan di Rusia, dan kecurigaan tentang campur tangan dalam pemilihan umum AS.

Bagi banyak kalangan, hal ini juga menimbulkan pertanyaan: mengapa begitu banyak orang bekerja di kedutaan AS di Moskow dan di tempat-tempat lainnya di sekitar Rusia? Diperkirakan, ada 1.200 pegawai negeri AS di negara Beruang Merah tersebut.

Sekilas jumlah tersebut nampaknya tinggi. Namun masuk akal bagi mereka yang bekerja di Gedung Putih dan mencoba untuk mengelola sebuah hubungan yang pelik dan penuh gejolak dengan Rusia.

Amerika dan Rusia memiliki berbagai bidang kerja sama yang penting: mereka bekerja sama untuk memerangi kelompok-kelompok militan, menjamin keamanan senjata nuklir di kedua negara, dan menurunkan kekerasan di Suriah.

Selain itu, AS mengekspor berbagai produk bernilai miliaran dolar ke Rusia setiap tahunnya.

Tapi mereka juga berselisih untuk berbagai hal: selain kontroversi mengenai campur tangan pemilihan umum, mereka mencoba untuk mengatasi masalah ambisi teritorial Rusia dan ekspansi di wilayah tersebut.

Para pejabat AS mengatakan bahwa memantau aktivitas Rusia dan terus mengikuti berbagai aspek hubungan membutuhkan banyak dukungan di Moskow.

Untuk itu, orang-orang Amerika di Rusia terlibat dalam berbagai usaha - di lokasi yang berbeda. Sebagian besar bekerja di Moskow, namun beberapa dipekerjakan di kantor-kantor di Vladivostok, St Petersburg dan Yekaterinburg.

Di Moskow dan kota-kota lainnya, orang-orang Amerika memproses permohonan visa untuk warga Rusia yang ingin melakukan perjalanan ke AS. Sebagai tambahan, mereka mengirim surat kepada para pejabat di Washington tentang hak asasi manusia, buruh dan hal-hal lain.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Beberapa orang bekerja di bidang pertanian, menjadi ilmuwan dan kesehatan masyarakat.

Beberapa dari mereka bekerja dalam bidang pertanian, ilmiah dan kesehatan masyarakat yang, misalnya, membantu melindungi satwa langka dan memerangi penyakit-penyakit menular.

Beberapa orang bekerja di Rusia untuk instansi pemerintah lainnya, seperti CIA dan badan-badan intelijen AS yang disamarkan keberadaannya.

Jumlah orang di Rusia yang dipekerjakan oleh badan intelijen AS cukup besar, walaupun rinciannya tidak diungkap. Angela Stent dari Universitas Georgetown, yang dulu bekerja sebagai petugas intelijen nasional, menertawakan pertanyaan terkait hal itu

"Tak ada seorang pun yang tahu hal itu," katanya.

Sebagian besar orang yang bekerja di kedutaan dan di kantor-kantor AS lainnya di Rusia bukanlah mata-mata. Bahkan sebenarnya sebagian besar bukan warga negara AS. Mereka orang Rusia.

Dari 1.279 orang yang bekerja di kedutaan pada tahun 2013, menurut laporan pada tahun 2013, sebanyak 934 orang yang dipekerjakan merupakan warga setempat.

Staf Rusia membantu mengatur acara, memproses visa, memperbaiki komputer dan membantu mengelola berjalannya kantor-kantor itu sehari-hari. Bagi mereka, pengumuman Putin sangat meresahkan.

"Orang-orang ini akan kehilangan pekerjaan mereka," kata Yuval Weber, seorang karyawan di Wilson Center di Washington.

Ini juga berarti bahwa orang-orang Rusia akan lebih sulit untuk mendapatkan visa perjalanan mereka ke AS: saat ini, katanya, dibutuhkan waktu dua sampai lima minggu bagi mereka untuk memperoleh visa. Dengan berkurangnya staf, akan memakan waktu lebih lama.

Topik terkait

Berita terkait