AS mengaku tak memusuhi dan tak ingin gulingkan rezim di Korea Utara

rudal Hak atas foto EPA

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak menuntut perubahan rezim di Korea Utara, ungkap menteri luar negeri AS, menyusul terus menegangnya hubungan kedua negara terkait masalah rudal.

"Kami bukan musuh Anda," kata Menlu Rex Tillerson, sembari menambahkan bahwa AS juga berharap bisa berdialog dengan Korut.

Meskipun begitu, seorang senator senior partai republik menyebut bahwa perang dengan Korea Utara adalah pilihan yang harus dipertimbangkan.

Sebelumnya, Pyongyang menyebut rudal termutakhirnya bisa menghantam pantai barat AS atau bahkan mana pun di Amerika.

"Kami tidak mengusahakan terjadinya perubahan rezim, kami tidak menginginkan hancurnya rezim itu. Kami juga tidak mengupayakan percepatan penyatuan kembali dua negara di Semenanjung Korea, dan kami juga tidak sedang mencari-cari alasan untuk mengirim tentara kami ke sana," kata Menlu Tillerson.

"Kami bukan musuh Anda, kami bukanlah ancaman bagi Anda, tapi Anda mengancam kami, hal yang tak bisa kami terima dan kami harus merespon."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Uji cobarudal ICBM yang kedua diklaim Korut bisa mencapai Amerika Serikat.

Uji coba kedua rudal balistik antar benua (ICBM) milik Korut pada Jumat, (28/07), yang dirayakan penuh kebahagiaan oleh pimpinan Korut Kim Jong-un, adalah uji coba terakhir yang melanggar larangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

AS sudah berkali-kali mengkritik Cina, negara yang berbatasan darat dan merupakan sekutu ekonomi terdekat Korut, karena tidak berbuat banyak untuk menghentikan program rudal Pyongyang.

Meskipun begitu, berbeda dengan pernyataan Trump, Tillerson mengeluarkan pendapat yang lebih diplomatis; "hanya Korea Utara yang patut disalahkan dalam situasi ini."

"Tapi," dia melanjutkan, "kami percaya Cina punya hubungan yang spesial dan unik dengan Korut, karena aktivitas ekonomi mereka, untuk mempengaruhi rezim Korut dengan cara yang tidak bisa dilakukan negara lain."

Secara terpisah, senator senior partai republik, Lindsey Graham menyatakan bahwa Trump berkata padanya bahwa AS dan Korut akan berperang jika Pyongyang terus mengembangkan program rudal dengan AS sebagai target.

"Trump mengatakan itu kepada saya. Saya percaya dia," kata Graham dalam sebuah wawancara di program Today NBC.

Image caption Peta jangkauan rudal Korea Utara.

"Jika perlu perang untuk menghentikan (Korea Utara), maka perang itu akan terjadi. Jika ribuan orang mati, mereka akan mati di sana, bukan di sini. Dan dia (Trump) mengatakan itu di depan muka saya."

Kebanyakan pakar yakin bahwa Pyongyang tidak mampu membuat rudal pembawa nuklir yang bisa meluncur hingga jarak jauh. Mereka menyebut banyak rudal Korea Utara yang gagal mencapai sasaran.

Namun sejumlah pakar lain percaya bahwa Pyongyang akan mengatasi segala kendala tersebut dan mampu membuat senjata nuklir dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang yang dapat menghantam AS.

Berita terkait