Pesan-pesan rasis memicu kemarahan di sejumlah kampus di Australia

australia Hak atas foto POPPY WANG
Image caption Universitas Sydney mengutuk grafiti berisi hinaan ini

Grafiti rasis yang menargetkan mahasiswa asal Cina telah memicu kemarahan setelah ditemukan di dua lokasi di sebuah universitas Australia.

Kata "bunuh orang Cina" ditulis di atas swastika di sebuah toilet di Universitas Sydney.

Pimpinan universitas tersebut mengecam grafiti tersebut dan mengatakan "setiap dan semua yang tersisa" akan dihapus.

Pekan lalu, selebaran rasis yang diarahkan pada mahasiswa Cina ditempel di dua universitas di Melbourne.

"Universitas Sydney berkomitmen untuk memastikan bahwa komunitas kami aman, inklusif dan mendukung," kata pimpinan perguruan tinggi itu dalam sebuah pernyataan.

"Setiap grafiti atau poster yang ditempatkan di sekitar kampus yang sifatnya rasis segera dihapus."

Seorang juru bicara universitas mengatakan kepada Stasiun televisi SBS: "Kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab, walaupun petugas keamanan universitas mengatakan bahwa ini tampaknya merupakan karya individu tunggal."

Poppy Wang, Wakil presiden Asosiasi Mahasiswa Cina, mengatakan bahwa grafiti tersebut telah membuatnya merasa kurang aman.

Hak atas foto Poppy Wang
Image caption Grafiti ditemukan di lokasi terpisah

"Kebanyakan orang yang saya ajak bicara merasa sedih karena mereka datang ke negara ini untuk belajar, bukan untuk diperlakukan seperti ini," katanya kepada BBC.

"Mereka sangat menyukai negara ini dan mereka benar-benar tidak ingin melihat kejadian ini terjadi."

Wang mengatakan bahwa ia kecewa karena universitas tersebut membutuhkan dua hari untuk menghapus grafiti, yang ditemukan di ruang siswa internasional dan sekolah bisnis.

"Pihak universitas tidak menanggapi dengan cukup cepat," katanya.

Kejadian kedua

Pekan lalu, poster-poster palsu yang memuat logo University of Melbourne dan Universitas Monash ditemukan di kedua institusi tersebut.

Selebaran tersebut berbunyi: "Perhatian, masuk ke kampus bagi mahasiswa Cina harus dilarang keras. Jika dilanggar, Anda bisa dideportasi dari negara ini."

Kedua universitas mengatakan bahwa materi tersebut direkayasa dan tidak dapat diterima. Selebaran telah dilaporkan ke polisi.

Siswa Lisa Lu berkata di Twitter: "Saya tidak tahu siapa yang melakukan ini pada hari pertama semester baru. Bahkan jika itu adalah lelucon, ITU TIDAK LUCU SAMA SEKALI!"

Presiden Serikat Universitas Melbourne, Yan Zhuang mengatakan bahwa dia "dengan keras" menentang materi tersebut.

"Poster tersebut telah dikaitkan dengan kelompok supremasi kulit putih, neo-Nazi yang sebelumnya menargetkan Universitas Melbourne," katanya.

Berita terkait