AS perkirakan 2.000 milisi ISIS masih bertahan di Raqqa

isis Hak atas foto Reuters
Image caption Pada 15 Juli lalu, kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan ISIS merilis foto seorang milisi di Raqqa.

Sekitar 2.000 milisi kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS masih bertahan di Kota Raqqa, Suriah, demikian diperkirakan seorang pejabat Amerika Serikat.

Brett McGurk, utusan khusus Amerika Serikat untuk koalisi melawan ISIS, mengatakan pasukan sokongan AS telah menduduki sebanyak 45% wilayah Raqqa sejak operasi serangan dimulai pada Juni lalu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pada 15 Juli lalu, kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan ISIS merilis foto dua milisi di Raqqa. Pejabat Amerika Serikat mengatakan ada sekitar 2.000 milisi ISIS yang masih bertahan di Raqqa.

Dia mengatakan ISIS berjuang untuk tetap eksis dan amat mungkin para milisi yang masih bertahan akan tewas di kota itu.

"Saat ini di Raqqa ISIS bertempur hingga blok terakhir…dan berjuang untuk hidup mereka. Besar kemungkinan mereka akan tewas di Raqqa," kata McGurk.

Menurutnya, milisi ISIS telah kehilangan 78% wilayah di Irak dan 58% wilayah di Suriah.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para personel Pasukan Demokratik Suriah melancarkan serangan ke Raqqa, 31 Juli lalu.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) melaju secara bertahap di Raqqa sejak November. Pada Juni lalu, pasukan sokongan AS itu meluncurkan serangan besar-besaran. Selama beberapa pekan terakhir, warga sipil telah mengungsi dari Raqqa, termasuk sejumlah warga Indonesia.

Belum diketahui berapa banyak warga sipil di Raqqa, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan jumlahnya antara 20.000 hingga 50.000 jiwa.

Jika Raqqa dikuasai pasukan koalisi, ISIS diperkirakan bakal mengalami kemunduran besar mengingat kota itu dijadikan ibu kota. Apalagi, kelompok tersebut telah diusir dari Kota Mosul, bulan lalu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Salah satu sudut Kota Raqqa, 28 Juli lalu.

Berita terkait