Tiga marinir AS masih hilang dalam kecelakaan, pencarian dihentikan sementara

Three MV-22 Osprey aircraft flying in formation above the Pacific Ocean off the coast of Sydney, Australia, on 29 June Hak atas foto AFP
Image caption Tiga pesawat MV-22 Osprey, sebagaimana difoto Juni lalu, di Sydney.

Para pejabat AS mengatakan bahwa mereka telah menghentikan untuk sementara operasi pencarian dan penyelamatan untuk tiga marinir yang hilang setelah pesawat mereka jatuh di lepas pantai Australia.

Peristiwa kecelakaan terjadi hari Sabtu (5/8) melibatkan pesawat MV-22 Osprey milik Marinir AS yang berbasis di Okinawa, Jepang.

Armada ketiga Marine Expeditionary Force mengatakan bahwa operasi bisa berlangsung beberapa bulan.

Keluarga ketiga marinir yang masih hilang tersebut telah diberitahu. Adapun anggota tim yang berhasil diselamatkan sejauh ini berjumlah 23 orang.

Penyebab dan situasi seputar kecelakaan di lepas pantai timur Australia itu masih dalam penyelidikan, kata pernyataan AL AS.

"Apabila situasi (cuaca) di laut sudah memungkinkan, operasi pencarian akan dilakukan lagi, serta dilakukan lagi kajian dan surveu wilayah itu lebih lanjut, dalam koordinasi dan dengan bantuan dari Pasukan Pertahanan Australia," tambahnya.

MV-22 Osprey adalah jenis pesawat tilt-rotor yang secara umum mirip dengan pesawat konvensional namun dilengkapi baling-baling seperti helikopter yang memungkinkannya lepas landas secara vertikal, tanpa landasan pacu.

Saat kecelakaan, terdapat 26 orang di dalam pesawat itu, termasuk awak kapal.

Mengutip sumber militer, surat kabar harian The Daily Telegraph melaporkan, menjelang kecelakaan pesawat itu berusaha mendarat di kapal induk ASS Ronald Reagan.

Kehadiran pasukan militer AS dalam operasi di daerah tersebut merupakan bagian dari latihan gabungan yang dinamai Talisman Sabre, melibatkan sekitar 30.000 prajurit dari kedua negara.

Berita terkait