Arab Saudi akan buka pintu perbatasan bagi jamaah haji dari Qatar

Pilgrims at the Hajj in Mecca Hak atas foto EPA
Image caption Arab Saudi sebelumnya mengancam akan memberlakukan pembatasan khusus terhadap para jamaah haji Qatar.

Arab Saudi akan membuka pintu perbatasannya bagi para jamaah dari Qatar yang hendak menjalankan ibadah haji di Mekah mulai bulan ini, kata media pemerintah.

Ketetapan itu diumumkan setelah pertemuan tingkat tinggi Qatar dengan negara-negara tetangganya. Ini adalah KTT pertama sejak Arab Saudi dan tiga negara tetangga Qatar, plus beberapa negara Islam lain, memutus semua hubungan dengan Qatar pada bulan Juni.

Mereka menuduh Qatar membantu kelompok-kelompok teroris, tuduhan yang ditolak mentah-mentah oleh keemiratan Qatar.

Penutupan perbatasan Saudi telah memaksa Qatar untuk mengimpor makanan melalui laut dan udara untuk 2,7 juta penduduk mereka.

Kini, dengan ketetapan khusus ini, umat Islam Qatar yang ingin menjalankan ibadah haji akan dapat melewati titik perbatasan Salwa tanpa izin elektronik, kata pernyataan yang disiarkan kantor berita pemerintah, Saudi Press Agency.

Para jamaah yang menggunakan pesawat terbang juga akan diterima melalui bandara Arab Saudi, tambahnya.

Bulan lalu, Arab Saudi memperingatkan bahwa para jamaah yang akan menjalankan ibadah haji akan menghadapi pembatasan tertentu.

Qatar menanggapi dengan menuduh Riyadh mempolitisasi haji. Pelapor khusus PBB mengenai kebebasan beragama menyatakan keprihatinannya atas tindakan Arab Saudi.

Namun perubahan sikap Saudi terjadi setelah sebuah pertemuan antara Putera Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Al Saud dan pemimpin Qatar, Sheikh Abdullah bin Ali bin Abdullah bin Jassim Al Thani.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Situasi pintu perbatasan Arab Saudi-Qatar, pada 23 Juni 2017. Setelah selama beberapa lama ditutup, pintu perbatasan akan dibuka untuk memfasilitasi jemaaah haji dari Qatar.

Terlepas dari niat baik untuk urusan haji ini, banyak pengamat menganggap bahwa perselisihan antara Qatar dan tetangganya: Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab masih jauh dari kemungkinan penyelesaian.

Pada Rabu (16/08), saluran TV pemerintah Bahrain menuduh bahwa pada tahun 2011 lalu Qatar berkomplot dengan kelompok oposisi utama kerajaan tersebut untuk memicu kerusuhan antipemerintah

Bagaimana krisis Qatar terjadi?

  • 5 Juni: Sejumlah negara Arab termasuk Arab Saudi dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dengan tuduhan mendestabilisasi wilayah. Boikot itu meliputi penutupan wilayah udara terhadap pesawat milik maskapai Qatar Airways.
  • 8 Juni: Qatar bersumpah 'tidak akan menyerahkan' kebebasan kebijakan luar negerinya di tengah seruan AS agar negara-negara Teluk bersatu.
  • 23 Juni: Qatar diberikan waktu 10 hari untuk memenuhi 13 tuntutan termasuk menutup jaringan media Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan mengurangi hubungan diplomatik dengan Iran.
  • 1 Juli: Menteri Luar Negeri Qatar mengatakan negara itu menolak permintaan tersebut, tetapi siap untuk berdialog dalam situasi yang tepat.

Berita terkait