Penulis kritis pada presiden Turki ditangkap di Spanyol

Dogan Akhanli, a German author of Turkish origin, at a panel discussion during the Literature festival in Cologne, western Germany, 8 March 2017 Hak atas foto Getty Images
Image caption Pengacara Dogan Akhanli mengatakan, 'sungguh luar biasa bahwa Turki sekarang memburu orang-orang berpikiran kritis di luar negeri."

Seorang penulis Jerman keturunan Turki yang dikenal kritis terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan telah ditangkap di Spanyol.

Dogan Akhanli, yang banyak menulis tentang persoalan hak asasi manusia di Turki, ditahan di kota Granada, atas permintaan pemerintah Turki.

Tidak jelas apa alasan dikeluarkannya surat perintah penahanan itu.

Anggota parlemen Jerman dari Partai Hijau, Volker Beck mengatakan bahwa tindakan tersebut bermotif politik dan bahwa dia mendesak agar Akhanli tidak diekstradisi ke Turki.

Langkah tersebut, kata Beck, menunjukkan bahwa Presiden Erdogan berupaya untuk 'memperluas kekuasaannya hingga ke luar perbatasan negaranya' untuk 'mengintimidasi dan mengejar-ngejar (para pengritiknya) di seluruh dunia.'

Sejak kudeta yang gagal pada Juli tahun lalu, puluhan ribu orang telah ditangkap di Turki - termasuk pejabat, akademisi dan jurnalis. Media-media oposisi telah ditutup.

Dogan Akhanli, 60, pernah menulis tentang pembunuhan jurnalis Turki-Armenia Hrant Dink pada tahun 2007 dan pembunuhan terhadap orang-orang Armenia tahun 1915 oleh rezim Usmaniah Turki, yang tahun lalu oleh parlemen Jerman digolongkan sebagai genosida.

Pengacaranya, Ilias Uyar, mengatakan kepada majalah Der Spiegel bahwa 'sungguh luar biasa bahwa Turki sekarang memburu orang-orang berpikiran kritis di luar negeri."

Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Recep Tayyip Erdogan menunjukkan diri sebagai pemimpin keras, menangkapi ribuan orang dengan tudingan terkait kudeta yang gagal.

Pada bulan Februari Deniz Yucel, seorang jurnalis Jerman-Turki yang bekerja untuk surat kabar Die Welt Jerman, ditahan di Turki atas tuduhan memproduksi propaganda teroris. Dia masih berada dalam tahanan polisi.

Hubungan Jerman-Turki merosot ke tingkat terendah pada hari Jumat ketika Jerman menuduh Erdogan melakukan campur tangan karena dia mendesak para pemilih keturunan Turki di Jerman untuk tidak memilih partai-partai utama negara tersebut yang disebutnya sebagai 'musuh Turki.'

Hubungan kedua negara sudah memburuk pada bulan Maret setelah Erdogan menuduh pejabat Jerman berulah seperti Nazi, karena membatalkan acara etnis Turki di Jerman untuk kampanye menjelang referendum Turki mengenai kewenangan dan kekuasaan presiden Turki yang lebih besar.

Terlepas dari ketegangan ini, kedua negara tetap menjadi mitra dagang dan sekutu utama di NATO.

Berita terkait