Jemaah haji: Pesawat Arab Saudi belum boleh mendarat di Qatar

Arab Saudi, Mekah, Haji Hak atas foto Reuters
Image caption Arab Saudi sudah menawarkan untuk mengangkut para jemaah haji asal Qatar.

Arab Saudi mengatakan maskapai penerbangannya masih belum mendapat izin mendarat di ibukota Qatar, Doha, untuk mengangkut jemaah haji ke Mekah.

Kedua negara sedang terlibat sengketa diplomatik dan Arab Saudi -bersama beberapa negara Timur Tengah lain- memutus hubungan darat, laut, maupun udara dengan Qatar.

Namun pekan lalu, Arab Saudi menawarkan untuk mengangkut para jemaah haji dari Qatar ke Mekah, yang dilihat berbagai pihak sebagai pertanda awal dari kemungkinan meredanya ketegangan diplomatik.

Hari Minggu (20/08), Arab Saudi mengeluh karena belum bisa mendaratkan pesawatnya di Bandara Internasional Hamad.

"Pihak berwenang Qatar belum mengizinkan pesawat mendarat karena tidak memiliki dokumen yang tepat walaupun dokumen sudah disiapkan beberapa hari lalu," seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Saudi Press Agency.

Hak atas foto AFP
Image caption Arab Saudi mengaku sudah menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk mendarat di Qatar.

Selain menawarkan penerbangan untuk jemaah haji, Arab Saudi juga membuka kembali perbatasan darat dengan Qatar, yang ditutup sejak 5 Juni lalu, setelah pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar oleh beberapa negara Timur Tengah -antara lain Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Mereka menuduh pemerintah Doha mendukung terorisme maupun kelompok-kelompok radikal walau sudah dibantah tegas.

Hak atas foto AFP
Image caption Sekitar dua juta jemaah haji dari seluruh dunia akan melakukan ibadah haji di Mekah yang akan dimulai pada akhir Agustus.

Dengan dibukanya perbatasan untuk sementara waktu, maka jemaah haji asal Qatar bisa datang ke Mekah lewat perlintasan perbatasan Salwa tanpa izin elektronik maupun melalui udara.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menyambut baik kebijakan Arab Saudi namun menyebutnya 'bermotif politik'.

Dia menambahkan bahwa pemecahan atas krisis harus didasarkan pada prinsip yang jelas dalam menghormati kedaulatan masing-masing dan tidak mencampuri 'urusan' dalam negeri lainnya.

Ibadah haji tahun ini akan berlangsung mulai akhir Agustus yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar dua juta jemaah haji dari seluruh dunia.

Topik terkait

Berita terkait