Tersangka pelaku serangan Barcelona ditembak mati polisi

Hak atas foto Catalan Police/El Pais
Image caption Younes Abouyaaqoub terekam menara pengawas saat melarikan diri dari tempat kejadian.

Polisi Spanyol sudah menembak mati tersangka utama dalam serangan mobil barang di Barcelona yang menewaskan 13 orang, pekan lalu.

Sebelumnya kepolisian mengukuhkan bahwa mereka memburu Younes Abouyaaqoub, yang berusia 22 tahun, sebagai tersangka sopir yang menabrak kerumunan orang di kawasan wisata terkenal Las Ramblas, Kamis (17/08).

Pria asal Maroko itu ditembak di kawasan Subirats, Spanyol selatan, dan menggunakan sabuk berisi bahan peledak namun yang tampaknya 'palsu'.

Ada laporan yang mengatakan bahwa pria itu memekik 'Allahu Akbar' saat berhadapan dengan polisi di lokasi sekitar 40km dari Barcelona.

Satuan penjinak bom dengan bantuan robot sudah dikerahkan untuk memeriksa sabuk lebih lanjut yang diduga berisi bahan peledak tersebut..

Hak atas foto SPANISH MINISTRY OF THE INTERIOR / HANDOUT
Image caption Foto Younes Abouyaaqoub yang dikeluarkan Kementrian Dalam Negeri Spanyol.

Upaya pencarian tersangka pelaku serangan berlangsung secara meluas.

Situs berita El Mundo melaporkan bahwa polisi mendapat informasi tentang seorang pria yang sesuai dengan gambaran tentang Abouyaaqoub di dekat sebuah stasiun pompa bensin.

Hak atas foto EPA
Image caption Penembakan terjadi di kawasan Subirats, sekitar 40km dari Barcelona, tempat serangan yang menewaskan 13 orang.

El Satty tewas di Alcanar

Polisi juga mengukuhkan ulama yang diduga membuat para penyerang menjadi radikal tewas dalam ledakan di rumah yang menjadi tempat membuat bahan peledak di Alcanar, Rabu (16/08).

Ayah dari dua tersangka penyerang di kota wisata pantai Cambrils -yang terjadi sekitar delapan jam setelah serangan di Las Ramblas, Barcelona- menuding Imam Es Satty yang membuat anak-anak muda di kota Ripoll menjadi radikal.

Es Satty -menurut beberapa laporan media- pernah dipenjara dan bertemu dengan para tahanan yang terlibat atau memiliki kaitan dengan pengeboman kereta di Madrid pada tahun 2004, yang menewaskan 191 orang.

Dia juga tinggal di Belgia sekitar tiga bulan tahun lalu untuk mencari kerja, antara lain di Vilvoorde -sebuah kota kecil berpenduduk 42.000 jiwa namun memiliki 20 jihadis yang pergi ke Suriah pada tahun 2014.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Kepolisian Spanyol melakukan pencarian meluas atas tersangka pelaku serangan Barcelona, yang melarikan diri dengan berjalan kaki dari tempat serangan.

Seorang pejabat yang bekerja dalam program deradikalisasi di Belgia mengatakan kepada BBC bahwa Es Satty berupaya untuk mendapat pekerjaan di sebuah masjid dekat ibu kota Brussels namun para sesepuh di sana memutuskan tidak memberi tempat kepadanya karena pendekatannya yang 'radikal dan memecah belah'.

Masjid itu dilaporkan meminta polisi untuk melakukan pemeriksaan latar belakang keamanannya namun tidak memberi kekhawatiran khusus.

Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengaku melakukan serangan di Barcelona dan Cambrils namun masih belum jelas apakah para penyerang berhubungan langsung dengan kelompok itu atau hanya terinspirasi.

Polisi Spanyol mengatakan satu sel yang terdiri dari 12 orang merencanakan tiga serangan yang terkordinasi di Barcelona dengan menggunakan bahan peledak buatan sendiri.

Namun mereka mengubah taktiknya setelah rumah tempat mereka tinggal di Alcanar meledak dan selain ditemukan dua jenazah, juga terdapat sekitar 120 tabung gas.

Topik terkait

Berita terkait