Benarkah Turki menghapus pelajaran evolusi dan ajarkan jihad di sekolah?

Anak-anak sekolah di Turki Hak atas foto Getty Images
Image caption Kurikulum baru yang diterapkan di sekolah-sekolah menengah di Turki akan berdampak pada siswa-siswa berumur 5 dan 10 tahun, serta murid-murid kelas sembilan.

"Di Turki, pendidikan tidak pernah bersifat sekuler. Di sana sudah ada kelas yang mewajibkan pendidikan agama. Tapi sekarang diajarkan juga konsep jihad, ini keterlaluan."

Mulai bulan September nanti Turki akan memberlakukan kurikulum pendidikan baru yang mencemaskan sebagian kelompok masyarakat.

Saya salah satunya dan seorang ibu yang berusia 38 tahun termasuk di antara banyak para orang tua yang khawatir tentang kurikulum baru itu.

Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada siswa-siswa kelas satu, lima dan sembilan, dan yang menjadi kontroversi utama adalah dihilangkannya pelajaran yang membahas tentang teori evolusi di sekolah menengah.

"Di beberapa kelas, murid-murid berusia 9 dan 10 tahun telah menghafal ayat-ayat AlQuran. Menurut saya pendidikan agama harus diberikan di rumah, bukan di sekolah," ujar seorang perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya, karena alasan keselamatan.

Perubahan-perubahan kontroversial lain diantaranya, mempersingkat mata pelajaran yang dialokasikan untuk mempelajari kehidupan pendiri Turki sekuler Mustafa Kemal Ataturk, pelajaran tentang pengantar konsep jihad dan penambahan pelajaran yang membahas tentang agama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mata pelajaran yang membahas tentang pendiri negara Turki modern, Kemal Ataturk, akan dikurangi.

Upaya kudeta yang berlangsung tahun lalu pun ditonjolkan dalam kurikulum yang diusulkan.

Oposisi sekuler di Turki mengatakan, Presiden Recep Tayyip Erdogan dan partai Adalet ve Kalkinma Partisi (AK) yang berkuasa berusaha untuk menghapus nilai-nilai yang diterapkan sang pendiri, dan membuat masyarakatnya lebih Islami dan konservatif.

Erdogan telah berulang kali mengungkapkan ambisinya untuk membuat generasi mudanya lebih taat beragama.

Menteri Pendidikan Ismet Yilmaz mengatakan kepada BBC bahwa mereka hanya meniadakan "mata pelajaran yang tidak perlu, kuno dan tema yang berulang" dari kurikulum dan tidak adil untuk memperdebatkan masalah-masalah tertentu, padahal sudah sejauh ini sudha terjadi 100.000 perubahan.

Menghapus teori Darwin dari kelas?

Yilmaz membantah bahwa mata pelajaran yang membahas teori evolusi Darwin dihilangkan sepenuhnya dari sekolah menengah.

"Kami tidak menentang evolusi. Jika ilmu pengetahuan mengungkapkan sesuatu, tidak mungkin untuk menyangkalnya. Juga tema soal keturunan, mutasi, modifikasi dan adaptasi masih ada dalam kurikulum, semuanya ada dalam teori evolusi," ujar Yilmaz beralasan.

"Kami hanya mengatakan ini: Jangan ajarkan topik ini di tingkat sekolah menengah, tapi tunda setelah di tingkat sarjana," tambahnya.

Tapi para pengamat menyatakan bahwa bab awal tentang asal-usul manusia telah dihapus dari kurikulum. Menghapus hal itu dan mempertahankan konsep lebih lanjut dari teori evolusi, tidak ada gunanya, kata mereka.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mentri Pendidikan Turki membantah topik tentang teori evolusi Darwin akan dihilangkan.

"Para siswa perlu memahami teori evolusi sebelum mereka dapat memahami konsep seperti mutasi atau adaptasi. Jika Anda tidak mengajarkannya tentang apa itu evolusi, tapi berbicara kepada mereka tentang tema ini, mereka akan cenderung sekadar menghafal, tanpa belajar," kata Aysel Madra dari lembaga non-profit Education Reform Initiative.

Orhan Yildirim, kepala Egitim-Is, salah satu serikat guru terbesar di Turki, mengatakan bahwa bab paling penting dalam teori evolusi dihapuskan.

"Mereka ingin mengajarkan tentang asal mula manusia seperti yang tertulis dalam naskah-naskah keagamaan, bahwa kita semua keturunan dari Adam dan Hawa," kata Orhan Yildirim.

Menjadikan jihad sebagai hal normal

Ia juga mengkritik pengenalan konsep jihad di sekolah menengah.

"Tanyakan siapa saja yang keluar dari masjid hari ini apa yang ia pahami dengan kata jihad - 99% akan mengatakan bahwa mereka memandang jihad sebagai alasan utama perang di Timur Tengah. Kami tidak akan membiarkan pemerintah memutarbalikkan kata dan membuat konsep jihad jadi sekaan hal yang normal," katanya.

Kamus Institut Bahasa Turki menegaskan, jihad berasal dari bahasa Arab yang berarti 'perang agama.'

Menteri Pendidikan Ismet Yilmaz berdalih bahwa kata tersebut disalahartikan dan arti sebenarnya adalah melayani masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, menegakkan perdamaian dan saling pengertian satu sama lain.

Kementerian pendidikan mengatakan bahwa perubahan kurikulum terjadi melalui konsultasi dengan lebih dari 180.000 orang, yang memberikantanggapan terhadap rancangan kurikulum tersebut.

Tapi serikat para guru Egitim-Is mengatakan mereka tidak dilibatkan dalam konsultasi, dan penyusunan draf kurikulum itu tidak transparan.

Kepala Egitim-Is, Orhan Yildirim berpendapat bahwa perubahan kurikulum itu merupakan langkah ideologis.

"Kurikulum baru ini adalah kudeta terhadap pendidikan di Turki. Anda tidak perlu memiliki senjata untuk melakukan kudeta. Jika Anda menghantam pendidikan suatu negeri seperti ini, maka mustahil negeri itu bisa sejajar dengan negara-negara yang makmur, " katanya.

Topik terkait

Berita terkait